AYOJAKARTA.COM – Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk membagikan rice cooker secara gratis kepada masyarakat di tahun ini.
Dan direncanakan pembagian rice cooker ini akan dilakukan secara bertahap, dan akan dimulai dari bulan November 2023.
Pemerintah menyebutkan bahwa ada sekitar 500 ribu rice cooker yang akan didistribusikan kepada masyarakat secara gratis, dimana syaratnya telah terdaftar dalam sistem pemerintahan.
Baca Juga: 7 Fakta dan Mitos Tentang Mata dari Sisi Kesehatan yang Wajib Diketahui!
"Insha Allah November, pokoknya didorong (pembagian 500 ribu rice cooker),” sebut Arifin Tasrif, dikutip ayojakarta.com melalui laman suara.com.
Sebelumnya banyak yang menduga bahwa pembagian rice cooker secara gratis tersebut sebagai kebijakan politisi, namun Arifin Tasrif langsung membantah terkait hal tersebut.
Arifin Tasrif menyebutkan bahwa pembagian rice cooker secara gratis kepada masyarakat guna mengurangi ketergantungan impor LPG.
"Nggak lah (kebijakan politis), bagus itu, kita kan mau elektrifikasi, apa mau bakar LPG terus? Nah itu, sudah betul itu. Masa mau bakar LPG terus, impor terus," sebut Arifin Tasrif.
Selain itu, pembagian rice cooker secara gratis kepada masyarakat lantaran program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penggunaan energi listrik, seperti motor listrik.
Baca Juga: Viral Harga iPhone 15 Pro Max Rp8,8 Juta, Benarkah? Harga Resmi Lengkap di Sini
Arifin Tasrif juga memastikan bahwa kebijakan pembagian rice cooker secara gratis kepada masyarakat ini tidak akan mandek dan akan berjalan lancar.
"Iya jalan, motor listrik juga kita jalan. Kita sekarang kan punya sumber energi baru kita kan banyak, nggak kepakai, sementara kita impor, nggak pas," lanjut Arifin Tasrif.
Sebagai informasi, bahwasanya terkait pembagian rice cooker secara gratis kepada masyarakat sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023 terkait Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik Bagi Rumah Tangga.
Diperkirakan bahwa program penyediaan 500 ribu rice cooker di tahun 2023 akan berlangsung di seluruh Indonesia, dan dipastikan akan meningkatkan konsumsi listrik sekitar 140 GWh dan hal ini setara dengan kapasitas pembangkitan 20 MW.
Dan program ini juga berpotensi menghemat elpiji sekitar 29 juta kilogram atau setara dengan 9,7 juta tabung 3 Kg.***