AYOJAKARTA.COM - Orangtua yang memiliki tiga anak, mungkin perlu memahami tentang sindrom anak tengah.
Sindrom anak tengah atau middle-child syndrome adalah istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan kondisi psikologis anak tengah yang disebut sering merasa terkucilkan dan terabaikan di dalam keluarga, karena urutan kelahirannya.
Sindrom anak tengah ini dapat menyebabkan anak yang berada di antara kakak dan adik mengalami berbagai masalah psikologis.
Anak-anak yang berada di posisi tengah sering diabaikan atau kurang mendapat perhatian karena urutan kelahiran mereka.
Maka penting untuk mengetahui lebih dalam soal sindrom anak tengah dan kepribadiannya. Berikut ulasannya seperti dilansiar Healthline, Jumat, 8 September 2023.
Baca Juga: Bikin Terharu, Shopee Live Jadi Alasan Dibalik Air Mata Kebahagiaan Lesti Menyambut Sesi Perdananya
Asal Usul Sindrom Anak Tengah
Pada tahun 1964, Alfred Adler mengembangkan teori tentang betapa pentingnya urutan kelahiran dalam membentuk kepribadian.
Teori ini mengklaim bahwa urutan kelahiran mereka mempengaruhi perkembangan psikologis mereka. Misalnya:
- Anak tertua cenderung otoriter dan merasa memiliki kekuatan karena harapan tinggi dari orangtua.
- Anak bungsu sering dimanja dan sulit untuk melebihi saudara lainnya.
- Anak tengah lebih tenang, tapi merasa kesulitan berbaur karena berada di tengah-tengah saudara yang lebih muda dan lebih tua.
Seiring waktu, teori Adler ini berkembang. Banyak penelitian selanjutnya memberikan hasil yang beragam tentang dampak urutan kelahiran ini.
Baca Juga: Tes Kepribadian Melalui Gambar: Apa yang Kamu Lihat Pertama Sapi atau Kambing?
Kepribadian dan Karakteristik Anak Tengah
Anak tengah sering merasa kepribadian mereka terlupakan karena saudara lainnya. Saudara tertua dominan, sementara saudara bungsu dimanjakan, sehingga anak tengah berada di tengah-tengah.
Ini bisa membuat mereka menjadi orang yang pendiam dan tenang.
Anak tengah mungkin merasa kesulitan merasa setara dalam hubungan dengan orangtua.
Biasanya, saudara tertua memiliki tanggung jawab lebih banyak, sedangkan saudara yang lebih muda mendapat perhatian khusus.
Anak tengah sering kali merasa tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari kedua belah pihak.
Anak tengah juga sering merasa perlu bersaing dengan saudara-saudara mereka untuk mendapatkan perhatian orangtua.
Mereka bersaing untuk perhatian, dan ini bisa membuat mereka menjadi penengah dalam keluarga.
Anak tengah umumnya merasa bukan anak favorit di keluarga. Biasanya, anak tertua atau yang termuda yang mendapatkan perhatian khusus.
Baca Juga: Kepribadian Seseorang Berdasarkan Golongan Darah, Tipe O Sosok yang Pemberani?
Dampaknya Setelah Dewasa
Beberapa orang meyakini bahwa sindrom anak tengah bisa memiliki dampak jangka panjang saat anak tumbuh menjadi orang dewasa.
Misalnya, anak tengah yang merasa diabaikan bisa mengalami kesulitan dalam hubungan dewasa, bahkan cenderung menjadi penengah. Beberapa studi menunjukkan anak tengah lebih rentan terhadap depresi
Namun, pendapat tersebut tidak selalu memberikan gambaran yang jelas atau membuktikan bahwa urutan kelahiran benar-benar menentukan kepribadian.
Banyak faktor yang mempengaruhi si anak tengah seperti lingkungan sosial, ekonomi, dan keluarga. dalam perjalanannya menuju usia dewasa. Hal terpenting adalah selalu memberikan kasih sayang, tidak membeda-bedakan anak, dan menerima mereka apa adanya.***