Gaya Hidup

Resep Panjang Umur dan Tips Menjaga Ketajaman Otak dari Dokter Praktik Tertua di Dunia Berusia 101 Tahun

Oleh: Admin Senin 04 Sep 2023, 13:42 WIB
Resep panjang umur dan tips menjaga ketajaman otak dari dokter praktik tertua di dunia berusia 101 tahun.

AYOJAKARTA.COM -- Dr Howard Tucker adalah ahli saraf dari Cleveland, Ohio. Ia dinobatkan sebagai “Dokter Praktek Tertua” oleh Guinness World Records.

"Saya telah berpraktik sebagai dokter dan ahli saraf selama lebih dari tujuh dekade. Dan di usia 101 tahun, orang sering bertanya kepada saya bagaimana saya menjaga ketajaman otak saya," kata Dr. Howard Tucker seperti dikutip CNBC.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan pemrosesan mental kita bisa berubah. Beberapa area otak mungkin juga menyusut. Selain itu, komunikasi antar neuron mungkin menjadi kurang efektif dan aliran darah mungkin berkurang.

Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Teknik Paling Diminati di Indonesia dan Lulusannya Banyak Dicari Perusahaan Besar

Namun, pikiran kita memerlukan latihan yang konsisten agar bisa berkembang dan dengan aktivitas tertentu. Kabar baiknya, kamu dapat menerapkan resep panjang umur ala Dr. Howard Tucker hingga menjaga otak tetap tajam meski seiring bertambahnya usia.

Dikutip Ayojakarta.com dari The Times of India, berikut resep panjang umur dari dokter praktik tertua di dunia yang berusia 101 tahun. Lengkap dengan 3 aturan untuk menjaga ketajaman otak.

“Ada satu prinsip yang saya jalani yang dapat diterapkan oleh siapa pun: Jagalah pikiran Anda tetap aktif melalui aktivitas kerja, sosial, dan hiburan,” jelas Dr. Howard Tucker.

Howard Tucker juga berbagi tiga ritual harian untuk menjaga otak tetap tajam hingga resep umur panjang dirinya, di anataranya:

Baca Juga: KTP Dipakai Orang Lain untuk Pinjol Apa yang Harus Dilakukan? Jangan Panik, Begini Cara Mengatasinya

1. Terangkat kerja

Penelitian menunjukkan korelasi antara pensiun dan peningkatan penurunan kognitif. Itulah sebabnya dokter tersebut masih belum pensiun, begitu pula istrinya.

“Sara, istri saya yang berusia 66 tahun, juga masih melakukan praktik psikoanalisis dan psikiatri pada usia 89 tahun,” ujar Dr. Howard Tucker.

“Pekerjaan saya mengharuskan saya meninjau sejumlah subjek medis dan memikirkan permasalahannya. Mengikuti perkembangan terkini di bidang neurologi membuat otak saya sibuk,” jelasnya.

Selain bekerja, hal lain yang membuat Dr. Howard Tucker tetap terstimulasi secara mental antara lain menjadi sukarelawan, menekuni hobi, dan mempelajari keterampilan baru.

"Pada awal usia 60-an, misalnya, saya masuk sekolah hukum pada malam hari, setelah menjalankan praktik medis penuh waktu. Saya lulus Ujian Pengacara Ohio pada usia 67," tutur Dr. Howard Tucker.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Dari Gambar Ini Mana yang Akan Kamu Tangani Lebih Dulu? Cari Tahu Karaktermu di Sini

2. Tetap bersosialisasi​

Menurut penelitian, hubungan sosial yang kuat dapat membantu menjaga ingatan dan fungsi kognitif kita.

“Sayangnya, di usia saya, banyak teman terdekat, anggota keluarga, dan kolega saya yang telah meninggal dunia. Namun saya beruntung karena pekerjaan saya memungkinkan saya membangun hubungan dengan rekan-rekan yang lebih muda,” ungkap Dr. Howard Tucker.

Tak hanya itu, Dr. Howard Tucker juga menambahkan, dirinya dan istri juga membuat agenda prioritas untuk makan malam bersama orang-orang di komunitas mereka.

Setidaknya dua kali seminggu, mereka makan bersama putri mereka dan suaminya serta putra dan istrinya. Mereka juga senang mencoba restoran baru bersama teman dan koleganya.

Baca Juga: Baru Lulus Dapat Gaji Gede? Ini 5 Perusahaan BUMN yang Beri Upah Tinggi untuk Fresh Graduate!

3. Membaca untuk hiburan​

Terakhir, adalah kesenangan membaca demi sebuah hiburan. Dr. Howard Tucker mengakui, dirinya tidak membaca tentang kemajuan dan pengobatan terkini di bidang neurologi. Justru dia memiliki hobi membaca buku fiksi atau nonfiksi, biografi dan cerita detektif sebagai hiburan.

"Membenamkan diri Anda dalam sebuah buku bagus, fiksi atau nonfiksi, membutuhkan otak Anda untuk memproses sejumlah besar informasi. informasi baru. Saya yakin ini adalah kunci untuk menjaga pikiran Anda tetap tajam," pungkasnya.

Reporter Admin
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil