AYOJAKARTA.COM - Sering kali menyimpan perasaan bisa memiliki dampak negatif pada kesehatan mental, dan banyak orang mungkin tidak menyadari tanda-tandanya.
Emosi adalah respons psikologis alami yang menjadi bagian dari kehidupan seseorang dan memiliki peran penting dalam mengatur perilaku, pengambilan keputusan, dan interaksi dengan lingkungan sekitar.
Emosi dapat bersifat positif atau negatif, tergantung pada situasi dan persepsi individu terhadapnya. Beberapa contoh emosi yang umum dirasakan adalah kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, kecewa, ketakutan, dan sebagainya.
Baca Juga: Fitur WhatsApp Biar Nggak Kena Sadap, Kamu Sudah Aktifin Belum?
Cara seseorang menangani emosi mereka bisa bervariasi. Namun, sebagian orang cenderung menyimpan emosi mereka, menganggap bahwa menahan emosi lebih baik daripada mengungkapkannya.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin memilih untuk menyimpan emosinya, seperti merasa malu, takut merepotkan orang lain, atau khawatir akan mengecewakan orang lain.
Namun, kenyataannya adalah, seringkali menyimpan emosi dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik seseorang.
Salah satu dampak yang sering terjadi adalah depresi akibat penumpukan emosi yang terus-menerus disimpan di bawah sadar.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Punya Hubungan Toxic dengan Diri Sendiri, Pernah Rasakan?
Berikut adalah 4 tanda bahwa seseorang sering menahan emosinya:
1. Menghindari Perasaan Negatif
Tanda pertama dari seseorang yang sering menahan emosinya adalah kecenderungan untuk menghindari perasaan negatif.
Ketika dihadapkan dengan situasi yang dapat menyebabkan perasaan sedih atau kecewa, mereka berusaha untuk mengalihkan perhatian mereka dengan melakukan aktivitas lain agar mereka tidak perlu merasakan emosi negatif tersebut.
Ini menyebabkan emosi negatif terpendam di dalam alam bawah sadar mereka.
2. Kurang Ekspresif
Tanda kedua adalah bahwa mereka jarang mengekspresikan emosi atau kurang ekspresif terhadap emosi yang mereka rasakan, baik itu emosi positif atau negatif.
Namun, orang yang sering menahan emosi mereka dapat mengalami "ledakan" emosi pada saat tertentu.
Ini disebabkan oleh penumpukan emosi yang tidak dikeluarkan dengan baik dan terus terpendam di dalam alam bawah sadar, hingga akhirnya "meledak" karena terlalu banyaknya emosi yang tertahan.
3. Dua Versi Diri
Tanda ketiga adalah perasaan memiliki dua versi diri yang berbeda. Versi pertama adalah diri mereka berdasarkan apa yang mereka rasakan sendiri, sementara versi kedua adalah diri mereka berdasarkan apa yang orang lain rasakan.
Mereka mungkin merasa perlu untuk menyembunyikan atau menyesuaikan diri dengan perasaan orang lain, bahkan jika itu bertentangan dengan perasaan mereka sendiri.
4. Merasa Terpisah dan Kesepian
Tanda terakhir adalah sering merasa terpisah dari orang lain dan merasa kesepian, bahkan ketika berada di tengah-tengah orang lain.
Mereka juga mungkin merasa bingung tentang bagaimana seharusnya bereaksi ketika mereka akhirnya mengungkapkan perasaan dan emosi mereka, karena mereka telah lama menahan perasaan tersebut.***