Gaya Hidup

8 Perilaku Toxic yang Dianggap Normal dalam Hubungan, Sebelum Terjerat Kenali Tanda-tandanya

Oleh: Admin Rabu 23 Agu 2023, 17:36 WIB
Ilustrasi tanda dari perilaku toxic yang dianggap normal

AYOJAKARTA.COM -- Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita kerap menjumpai orang-orang yang mengeluarkan energi racun alias toxic. Tetapi apakah kita semua menyadari apa yang dimaksud dengan hubungan toxic?

Karakteristik dasar orang memberi kita tanda atau gambaran yang jelas tentang mereka. Sisanya ada di pundak kita untuk menilai sendiri apa yang benar untuk kita dan apa yang tidak.

Ada banyak perilaku toxic yang dianggap cukup normal. Akhirnya kebiasaan ini dinormalisasi dengan memberikan penjelasan yang tidak perlu terhadap perilaku yang tidak diinginkan tersebut.

Baca Juga: Daftar Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat, Berpeluang untuk Lolos!

Dikutip Ayojakarta.com dari The Times of India, mari kita kenali tanda-tanda dari perilaku toxic yang dianggap normal.

1. Komunikasi berisiko

Hubungan dibangun di atas hal-hal kecil yang meliputi komunikasi dasar. Ketika rangkaian komunikasi itu berisiko terputus setiap kali Anda mencoba berkomunikasi atau sangat sulit untuk mendiskusikan apa pun dengan pasangan Anda, sobat, Anda mungkin berurusan dengan manusia toxic.

Masalah komunikasi yang buruk atau miskomunikasi tidak bisa diabaikan begitu saja dan diberi nama bad mood, jadwal kerja yang padat atau penjelasan lainnya. Amati dan pelajari kapan harus keluar dari situasi toxic tersebut.

2. Merasa tersesat

Dalam suatu hubungan, penting untuk secara bersamaan fokus pada diri sendiri. Ketika Anda merasa seperti tersesat, atau tidak memiliki apa pun untuk ditawarkan kepada diri sendiri.

Baca Juga: 8 Formasi CPNS Sepi Peminat Bahkan Ada yang 0 Pendaftar, Dijamin Peluang Lolos Besar, Apa Saja?

Anda terlalu fokus pada pasangan Anda atau lebih tepatnya, mereka selalu berhasil menempatkan kebutuhan dan keinginan mereka di atas kebutuhan dan keinginan Anda. Awas, hal ini mungkin merupakan tanda bahwa mereka tidak terlalu tertarik pada Anda dan kesuksesan pribadi Anda dalam hidup.

3. Penghakiman

Perasaan dihakimi oleh orang yang begitu dekat denganmu adalah perasaan terburuk yang bisa dirasakan seseorang.

Ketika seseorang takut menunjukkan jati dirinya, hal itu mungkin disebabkan oleh rasa takut dihakimi dan mereka cenderung menghindarinya daripada menyelesaikan atau menghadapinya.

Catat, tidak pernah baik untuk berubah demi orang yang tidak menghargai diri Anda yang sebenarnya.

Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah Sepi Peminat di Universitas Negeri Jakarta alias UNJ, Calon Mahasiswa Baru Yuk Simak Dulu!

4. Kurangnya empati

Kurangnya empati dalam hubungan apa pun mengakibatkan pengabaian perasaan seseorang. Untuk menyesuaikan diri dengan posisi seseorang dan memahami sudut pandang orang tersebut adalah hal yang sulit. Salah satunya, ketika seseorang tidak mau memahami sudut pandang Anda dan alasan kesedihan atau kegembiraan Anda tentang hal kecil, berarti kurangnya empati.

Jangan pernah menyembunyikannya dengan nama "Mereka seperti ini", tidak pernah dapat diterima bahkan untuk tidak mencoba memahami apa yang sedang dialami seseorang.

5.​Kecemburuan

Kecemburuan adalah emosi yang umum. Anda merasa cemburu ketika ada ancaman terhadap hubungan Anda. Namun, masalah muncul ketika kecemburuan berubah menjadi perubahan perilaku yang tidak rasional.

Perubahan tertentu dalam perilaku yang menghasilkan perilaku kontrol atau manipulatif tidak diperbolehkan. Sebelum perasaan terjebak atau mati lemas muncul, kenali tanda-tandanya dan periksa.

Baca Juga: 11 Formasi CPNS 2023 untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Segera Persiapkan Dirimu!

6. Membatasi Anda

Ketika Anda dibatasi oleh pasangan Anda, dalam arti perilaku Anda di depan umum dikendalikan, pertemanan Anda dengan orang lain dibatasi, Anda tidak “diizinkan” melakukan hal-hal tertentu oleh pasangan Anda, bisa jadi itu akibat dari dia adalah maniak pengendali.

​7. Penuh konflik

Ketika Anda terus-menerus berkonflik dengan pasangan Anda, bahkan pada hal-hal kecil yang menyedihkan.

Ketika Anda mengamati bahwa satu-satunya solusi yang Anda temukan adalah lebih banyak konflik dan pertengkaran adalah titik di mana Anda perlu menyadari bahwa ungkapan “dengan cinta datanglah perkelahian” tidak sepenuhnya benar.

8. terlalu menyimpulkan

Seharusnya tidak ada ruang untuk menerima segala jenis toksisitas dan pada tingkat apa pun. Bahkan saat menjalin hubungan, Anda tidak boleh berhenti berfokus pada diri sendiri.

Baca Juga: Segini Perkiraan Rincian Biaya Kuliah Kedokteran UI dan UGM Sampai Lulus, Tertarik Daftar?

Cobalah untuk memahami orang tersebut sebelum membiarkan diri Anda mengikuti arus. Tidak apa-apa untuk baik-baik saja dengan toksisitas. Sementara perilaku toxic ini tidak baik untuk kesehatan fisik hingga mental.

Reporter Admin
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil