AYOJAKARTA.COM - Jenis hubungan yang paling layak dan berharga untuk diperjuangkan setiap orang adalah hubungan dengan diri sendiri.
Setiap tindakan dan perilaku serta perkataan atau output sosial seseorang kepada orang lain merupakan representasi hubungannya dengan diri sendiri.
Karena itu, penting untuk terus membina hubungan baik yang prosesnya dimulai dari dalam diri sendiri.
Baca Juga: Ternyata Kebiasaan Orang Sukses Memiliki Pola 90/90/1 yang Bisa Ditiru, Apa Itu?
Salah satu cara untuk memulai hubungan baik tersebut adalah dengan senantiasa menerapkan kebiasaan dan berusaha menjaga kualitas mental.
Berikut contoh kebiasaan yang dapat merusak kualitas mental dan bisa berakibat pada rusaknya jalinan setiap hubungan.
Pertama, berkata jelek atau memberi afirmasi negatif kepada diri sendiri merupakan kebiasaan perusak mental yang dominan dilakukan.
Seseorang yang beranggapan atau berpikir bahwa dirinya buruk dan tidak berharga, akan melahirkan keputusan serta tindakan sebagaimana ia sering mengucapkan.
Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah Paling Populer di Dunia, Prospek Karir dan Gaji Pasti Oke
Tanda kedua seseorang yang merusak kualitas mental adalah terlalu merasa bersalah sehingga menganggap diri tidak layak untuk diterima.
Rasa bersalah adalah perasaan atau emosi wajar yang hadir agar seseorang bisa memperbaiki cara dalam berhubungan.
Banyak menunda-nunda hal penting untuk perkembangan dan pertumbuhan diri sendiri adalah kebiasaan perusak mental yang ketiga.
Orang yang memiliki kebiasaan menunda-nunda hal penting akan semakin membuat dirinya disibukkan dengan hal kurang berguna.
Baca Juga: 6 Jurusan Kuliah yang Disepelekan Tapi Punya Peluang Karier yang Tinggi, Kamu Wajib Tahu!
Untuk itu, melakukan introspeksi diri dan mengingat kembali tujuan hidup yang ingin dicapai perlu terus dibiasakan.
Kebiasaan perusak mental berikutnya yang sering dilakukan oleh seseorang adalah bersikap perfeksionis atau ingin terkesan serba sempurna.
Orang yang selalu melakukan kebiasaan perfeksionis akan melahirkan banyak persoalan dalam hidup dan membuatnya jauh dari rasa tenang.
Untuk bisa terlihat sempurna, tidak jarang seseorang kemudian berbuat hal yang berdampak merugikan diri sendiri.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah di Universitas Indonesia Ini Ternyata Sepi Peminat, Ada Jurusanmu?
Kebiasaan kelima yang menjadi perusak mental seseorang adalah keinginan untuk mengendalikan hal-hal di luar kemampuan.
Pikiran, perkataan atau tindakan orang lain merupakan hal yang tidak bisa dikendalikan sehingga tidak perlu dijadikan beban.
Kebiasaan keenam yang banyak dilakukan dan dapat merusak mental adalah overthinking atau memikirkan sesuatu melebihi keadaan sebenarnya.
Rasa takut berlebihan atas situasi yang belum terjadi inilah yang kemudian membuat seseorang terus terjebak dalam kesalahan dan melahirkan penyesalan.
Baca Juga: 6 Tanda Orang yang Sudah Berdamai dengan Diri Sendiri, Salah Satunya Memaafkan Masa Lalu
Kebiasaan ketujuh perusak mental seseorang dan paling banyak dilakukan adalah menggunakan media sosial secara berlebihan.
Sifat medsos yang menyerupai candu akan membuat seseorang kurang bisa memahami makna dan rasa dari suatu peristiwa yang merupakan hal utama dalam suatu hubungan.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Rabu 9 Agustus 2023 dari Instagram @yonmarhanggara.***