AYOJAKARTA.COM -- Ketika Anda berusaha untuk menjadi pendengar yang baik, Anda juga membuka jalan untuk menjadi orang yang baik dan pengertian.
Jika Anda menumbuhkan kebiasaan tertentu dalam hidup Anda, Anda bisa menjadi pendengar yang baik.
Mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan ini dapat menumbuhkan pendengaran aktif, memperdalam pemahaman, dan meningkatkan keterampilan komunikasi.
Baca Juga: 5 Tanda Jika Kamu Orang yang Dibutuhkan Tapi Tidak Dihargai, Yuk Sadari
Penting untuk dicatat bahwa menjadi pendengar yang baik membutuhkan upaya dan latihan yang berkelanjutan.
Dikutip The Times of India, berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat Anda masukkan ke dalam hidup Anda untuk menjadi pendengar yang baik.
1. Hadir
Pendengar yang baik hadir sepenuhnya pada saat itu, memberikan perhatian penuh mereka kepada pembicara.
Ini berarti mengesampingkan gangguan seperti telepon, menghindari interupsi atau multitasking, dan berfokus pada kata-kata, nada, dan isyarat nonverbal pembicara. Ini juga dilihat sebagai tanda.
Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah Teknik yang Paling Dicari di Dunia Kerja, Kamu Pilih Mana?
2. Melatih empati
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi emosi orang lain. Pendengar yang baik sangat berempati ketika mendengarkan seseorang.
Mereka tidak memberikan penilaian apa pun tanpa mencoba memahami perspektif mereka. Kebiasaan ini melibatkan mendengarkan tidak hanya kata-kata yang diucapkan tetapi juga emosi yang mendasari pesan tersebut.
3. Menghindari asumsi
Pendengar yang baik menahan diri dari membuat asumsi atau melompat ke kesimpulan tentang maksud atau maksud pembicara. Sebaliknya, mereka meminta klarifikasi bila diperlukan.
Jika Anda bertujuan untuk menjadi pendengar yang lebih baik, Anda harus menghindari asumsi karena membantu mencegah kesalahpahaman.
Baca Juga: Pendaftaran Dibuka, Ini Biaya Kuliah Kedokteran IPB per Semesternya
4. Merangkul kesunyian
Pendengar yang baik membiarkan saat-saat hening, memberikan ruang kepada pembicara untuk memproses pikiran atau emosi mereka dan mengekspresikan diri mereka sepenuhnya.
Jika mereka mengganggu keheningan, itu bisa menjadi sangat canggung nantinya. Selain itu, orang tersebut mungkin merasa tidak nyaman untuk berbagi kekhawatirannya lagi.
5. Mengajukan pertanyaan terbuka
Pertanyaan terbuka mendorong pembicara untuk menguraikan dan berbagi lebih banyak informasi, daripada memberikan 'ya' atau 'tidak' yang sederhana.
Baca Juga: Resiko Terberat Tidak Bayar Pinjol Apakah Bisa Dipenjara? Simak Informasinya di Sini
Pendengar yang baik menggunakan pertanyaan terbuka untuk menggali lebih dalam pikiran, perasaan, dan pengalaman pembicara. Ini menunjukkan bahwa pendengar memiliki minat yang tulus pada mereka.