AYOJAKARTA.COM - Sebagaimana sedih dan senang, marah merupakan salah satu bentuk emosi manusia.
Setiap orang yang memiliki hati, pikiran dan perasaan, tentu saja pernah mengalami rasa marah meskipun penyebabnya tidak sama.
Bukan saja penyebab, reaksi atau tanggapan setiap orang terhadap hadirnya rasa marah juga memiliki perbedaan.
Meski marah adalah emosi normal manusia, bukan berarti bahwa marah menjadikan seseorang bisa berbuat sekehendak diri.
Berikut merupakan perbedaan ekspresi yang ditunjukkan oleh orang baik dengan orang toxic ketika marah.
Pertama, ketika menghadapi rasa marah orang baik akan lebih memilih untuk diam dan menenangkan diri kemudian dibicarakan kembali.
Sedangkan orang toxic akan melakukan pembiaran atau silent treatment kepada orang lain tanpa adanya komunikasi lanjutan.
Orang toxic sengaja mendiamkan orang lain agar orang yang terlibat dengan kemarahan bersikap lebih peka.
Kedua, saat marah orang yang baik akan bersikap asertif atau menyampaikan maksudnya secara dewasa dengan tidak berperilaku kasar serta menyakiti.
Sementara orang toxic ketika marah akan terlihat meledak-ledak, mengeluarkan kata kasar dan tidak segan melukai orang lain.
Ketika menghadapi rasa marah, selain mengeluarkan kalimat yang menghina juga biasanya merusak barang.
Baca Juga: Kabar Gembira! Ada 2 Beasiswa yang Dapat Kamu Daftar Saat Ini, Buka hingga September 2023
Ketiga, menghadapi datangnya rasa marah orang baik akan fokus dengan solusi terhadap permasalahan yang terjadi untuk kepentingan bersama.
Sedangkan orang toxic justru akan sibuk menyalahkan orang lain dengan terus mencari kesalahan dan merasa diri benar.
Selain itu, ketika menghadapi rasa marah kebiasaan lain orang toxic adalah mengungkit-ungkit masa lalu dan permasalahan lain.
Mengingat dampak dari suatu kemarahan sangat besar dan akan mendatangkan penyesalan, maka upaya mengendalikan emosi perlu terus dilakukan.
Baca Juga: 6 Trik Psikologi yang Bisa Membuat Kamu Jadi Orang yang Dihargai, Coba Lakukan dari Sekarang
Diam selama beberapa saat merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan ketika menghadapi kemarahan.
Jika diam masih masih belum mengurangi ledakan amarah, mulailah untuk mengolah pernafasan agar lebih terkendali.
Cara mengatur napas ketika marah adalah dengan menarik napas panjang dan dalam, menahannya beberapa saat untuk kemudian dihembuskan secara perlahan.
Baca Juga: KEJAR DISKON! Kumpulan Kode Voucher Shopee 8 Agustus 2023, Pasti Untung Ratusan Ribu
Langkah mengatur pernapasan ini bisa dilakukan berulang-ulang sampai detak jantung kembali stabil dan normal.
Menghadapi situasi ketika mengalami marah, cara terbaik adalah dengan tidak melakukan hal-hal yang berisiko fatal, misalnya membuat suatu keputusan.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Selasa 8 Agustus 2023 dari Instagram @mudahbergaul.***