AYOJAKARTA.COM - Istilah trauma merupakan suatu gambaran yang merujuk pada suatu benturan, gesekan atau luka akibat suatu peristiwa.
Jika trauma fisik dapat terlihat seperti adanya luka, darah dan sejenisnya, maka trauma yang bersifat psikis lebih bersifat emosional.
Meski tak terlihat di permukaan, namun trauma psikis yang disembunyikan seringkali menunjukkan gejala.
Gejala berupa perubahan perilaku tersebut terkadang menjadi respons atau tanggapan ketika orang yang mengalaminya merasa tak nyaman.
Baca Juga: Katalog Promo Indomaret Terbaru 2-8 AGUSTUS 2023, Diskon Deterjen dan Sabun Cair Hingga 36%
Berikut jenis respons yang biasanya diperlihatkan oleh seseorang yang sedang mengalami trauma.
Pertama adalah Fight Response atau sikap yang muncul dengan cara melawan balik situasi yang terjadi dalam diri.
Tujuan dari adanya respons ini adalah agar terlihat lebih kuat, terlihat baik-baik saja dan berusaha terlihat mandiri sehingga mengesankan hal positif.
Biasanya perilaku yang muncul dari respons jenis ini adalah timbulnya Hyper Independent atau keinginan untuk melakukan segala sesuatu sendiri tanpa bantuan.
Baca Juga: Wajib Tahu! Per Oktober 2023 WhatsApp Tidak Bisa Dipakai di HP OS Android Ini
Perubahan perilaku lainnya adalah ingin mengendalikan semua situasi agar tidak merasa dimanfaatkan serta timbul rasa tidak mudah percaya dengan orang lain.
Flight Respons atau berusaha lari dari situasi merupakan jenis respons kedua yang biasanya dialami oleh seseorang yang sedang mengalami trauma.
Beberapa contoh perilaku dari jenis respons ini misalnya timbul fobia atau ketakutan secara spesifik, Social Anxiety atau menghindari sesuatu serta timbulnya serangan panik.
Respons ketiga yang biasanya diperlihatkan oleh orang trauma adalah Freeze Response atau membeku.
Baca Juga: Dirut Bank DKI Dicopot, Pj Gubernur Jakarta Rombak Sudah 3 Pimpinan BUMD
Dalam situasi ini, tubuh akan mengalami kebekuan dan membutuhkan waktu untuk menentukan respons.
Contoh perilaku yang diperlihatkan misalnya menarik diri dari lingkungan, ruminasi atau pengulangan tindakan tanpa solusi serta stagnasi atau kehilangan tujuan.
Respons keempat yang diperlihatkan seseorang ketika mengalami trauma adalah dengan cara Fawn Response atau tindakan melawan secara pasif.
Meski terbilang efektif dalam jangka pendek, namun respons jenis ini akan semakin melukai dalam jangka panjang.
Baca Juga: 3 Contoh Surat Lamaran Kerja yang Menarik bagi HRD, Auto Langsung Dapat Panggilan Interview
Pada respons ini, contoh perilaku yang biasa diperlihatkan antara lain menjadi People Pleaser atau berusaha menyenangkan orang lain.
Guna menghindari konflik, orang yang mengalami trauma juga akan menjalin hubungan baik dengan Toxic People.
Smiling Depression atau menampilkan kesan sedang baik-baik saja juga merupakan contoh perilaku dari seseorang yang menyimpan trauma.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Kamis 3 Agustus 2023 dari Instagram @daudantonius.***