AYOJAKARTA.COM -- Pertengkaran adalah bagian alami dari hubungan. Semua pasangan pasti pernah bertengkar. Ini juga berlaku untuk hubungan lain dalam hidup kita.
Kemungkinan kita akan bertengkar dengan orang-orang di sekitar kita. Namun pertengkaran tidak harus mengarah pada akhir suatu hubungan atau berarti bahwa segala sesuatunya harus sengsara.
Dikutip Make Me Better, berikut adalah lima kebiasaan sederhana atau cara praktis untuk memperbaiki keadaan setelah pertengkaran dan memulai jalan untuk berbaikan sepenuhnya.
1. Terimalah kesalahan Anda
Langkah pertama adalah menerima kesalahan Anda. Anda mungkin merasa orang lain lebih salah, tidak apa-apa.
Namun, kita akan jarang menemukan situasi ketika seseorang sempurna dan tidak bersalah sama sekali. Identifikasi hal-hal yang menurut Anda bukan yang terbaik dan jangan takut untuk mengakuinya.
Melakukan hal ini tidak membuat Anda menjadi "pecundang" dalam pertengkaran. Sebaliknya, itu menunjukkan bahwa Anda dapat mengambil tanggung jawab dan mengambil langkah-langkah untuk membuat segalanya menjadi lebih baik.
Jika Anda menerima sesuatu yang tidak benar, orang lain juga akan merasa lebih nyaman menerima dan mengakui kesalahannya.
Baca Juga: 4 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Paling Bahagia, Nomor 1 Lagi Banyak Dicari Perusahaan
2. Meringankan situasi
Mencoba meringankan situasi saat emosi masih memuncak mungkin bukan ide terbaik. Namun, Anda mungkin menemukan lebih banyak kesuksesan setelah keadaan sedikit mendingin.
Anda dapat mempertimbangkan untuk membuat lelucon kecil atau berbicara dengan orang tersebut tentang sesuatu yang netral.
Namun, pastikan lelucon itu tidak merugikan mereka, juga tidak meremehkan perasaan mereka yang sebenarnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa ketegangan tidak berkobar lagi.
3. Bicarakan semuanya
Jika masalah yang menyebabkan pertengkaran kemungkinan besar akan muncul lagi, penting untuk membicarakannya. Ide yang bagus adalah merencanakan pembicaraan untuk situasi ketika kedua orang tenang, punya waktu, dan bersedia untuk bicara.
Baca Juga: Cara agar WhatsApp Tidak Dihubungi oleh Nomor yang Tidak Disimpan
Meskipun percakapan ini tidak selalu terasa nyaman sepenuhnya, percakapan itu penting untuk kelangsungan hubungan apa pun.
Penting untuk mengalihkan pembicaraan dari kritik terhadap orang lain, sikap defensif, dan taktik serupa lainnya, alih-alih berfokus pada elemen konstruktif: bagaimana KITA bisa menyelesaikan ini bersama?
4. Bersedia untuk berkompromi
Dalam sebuah hubungan, kita tidak selalu bisa mendapatkan semua yang kita inginkan. Sering kali, kita perlu rela mengalah sedikit. Ini tidak selalu benar. Beberapa masalah terlalu penting untuk dikompromikan, dan kita perlu mengetahui apa masalah ini dalam kasus kami.
Namun, tidak ada gunanya menjadi keras kepala hanya demi menjadi keras kepala. Kita mungkin dapat berkompromi pada banyak hal yang berbeda dan mengajak pasangan kita untuk juga mencari kompromi.
Setiap hubungan membutuhkan tingkat kompromi, dan bukan dalam "Saya mengertakkan gigi, jadi Anda akan memberi saya apa yang saya inginkan selanjutnya." Kompromi dapat berupa menemukan cara yang lebih baik dalam mengelola berbagai hal dan membuat kedua orang tetap nyaman.
Misalnya, jika salah satu pasangan menyukai konser yang keras dan yang lain membencinya, kompromi dapat dilakukan dengan memberikan konser yang lebih kecil, agar pasangan tersebut pergi bersama teman-temannya atau membatasi jumlah konser. Keduanya harus setuju dengan solusinya.
5. Lakukan lebih baik
Tidak banyak gunanya menerima kesalahan Anda jika itu akan diulangi lagi. Jika Anda mengenali sesuatu sebagai bukan yang terbaik, ide yang bagus adalah mencoba dan mengubahnya di masa depan. Tentu, Anda tidak akan selalu dapat membuat perubahan instan, tetapi Anda dapat berkomitmen untuk meningkatkan diri.
Banyak orang diam-diam berharap masalahnya hilang dengan sendirinya, yang jarang terjadi. Jika kita tertarik untuk mempertahankan hubungan, kita perlu berbuat lebih baik sebisa mungkin. Beberapa hal tidak akan berubah, tetapi yang lain bisa menjadi lebih baik dan menyebabkan lebih sedikit konflik.
Baca Juga: Biar Ga Kudet, Ini Cara Bikin Teks Unik di WhatsApp Tanpa Aplikasi Tambahan
Menyelesaikan pertengkaran seringkali bukan hanya tentang menenangkan diri, tetapi secara proaktif mengatasi masalah yang menyebabkan pertengkaran tersebut. Jika Anda melakukan bagian Anda, pasangan atau teman Anda kemungkinan besar akan melakukan bagian mereka juga.