Gaya Hidup

Bukan dengan Nyinyiran, 5 Cara Santuy Balas Dendam saat Hati Disakiti, Berkelas Tapi Ngena

Oleh: Sulistiyaningsih Jumat 09 Jun 2023, 15:47 WIB
Ilustrasi cara santuy balas dendam saat hati disakiti.

AYOJAKARTA.COM – Saat merasa hati telah disakiti, rasanya ingin balas dendam pada orang yang telah tega menyakiti hati.

Hal ini lumrah sebagai manusia biasa yang ingin selalu dihargai, meski balas dendam bukan perbuatan yang baik.

Namun, meninggalkan kebiasaan tersebut sulit dan butuh waktu yang lama untuk bisa melupakannya.

Meski sedang dilanda sakit hati bukan berarti kamu bisa semena-mena untuk balas dendam dan juga tidak hanya diam, kamu juga bisa membalasnya.

Bukan lewat nyinyiran, dendam atau dengan amarah, tetapi dengan cara-cara lain yang halus dan berkelas tapi ngena.

Ada 5 cara santuy balas dendam saat hati disakiti, sebagaimana dikutip AyoJakarta.com melalui Instagram @wanitasukses.id, Jumat, 9 Juni 2023.

Baca Juga: Ibadah Hari Raya Idul Adha yang Bisa Bikin Kaya dan Hati Dihidupkan oleh Allah SWT, Kata Mbah Moen Lakukan...

1. Jauhkan diri saat emosi

Hal pertama yang harus diperhatikan ketika sakit hati adalah dengan segera menjauh saat dirasa tengah emosi.

Kamu tak akan mampu melawan rasa sakit hati dengan cara emosi atau dengan marah-marah karena malah akan bisa menjatuhkan harga.

Maka dari itu hendaknya kamu seenak pergi menjauh, atur napas, jernihkan pikiran sebelum bertemu dengan orang yang membuat sakit hati.

Dengan demikian jika kamu kembali bertemu akan membuat kamu menjadi lebih bijak dalam berbicara dan bisa mengambil sikap dalam menyikapi orang yang menyakitimu.

Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan Kian Merosot? Nasdem Nilai Perlu Hat-hati Dalam Memilih Cawapres

2. Pasang senyum terbaik

Mereka yang menyakitimu pasti akan senang melihatmu menderita. Maka dari itu lebih baik buah semua hal buruk dan kamu bisa mulai fokus membahagiakan diri sendiri.

Berikan senyum terbaikmu tunjukkan bahwa hidupmu baik-baik saja dan tidak terpengaruh dengan apapun.

Baca Juga: Jengkel! Bersaksi di Sidang Haris Azhar-Fatia, Blak-blakan Luhut Ngaku Sakit Hati karena Diberi Julukan Ini

3. Keluar dari lingkaran yang menyakitimu

Berada di lingkungan yang toxic akan membuat mood menjadi tidak baik sehingga menjadikan hidupmu berantakan.

Jangan mencoba bertahan jika kamu tidak kuat lagi berada di lingkungan tersebut, segera keluar dan jauhkan dirimu untuk menjaga hati dan perasaan tidak semakin sakit dan hancur.

Namun jika tidak memungkinkan, usahakan untuk menghindari bertemu bisa saja kamu lakukan.

Ini bukan tentang kamu takut atau lari dari orang yang membuatmu sakit hati, tetapi untuk menjaga perasaanmu agar tidak tersakiti semakin parah.

Baca Juga: 7 Tanda Kamu Punya Inner Beauty yang Kuat di Mata Orang Lain, Bukan Hanya Paras Wajah Tapi Cantik dari Hati!

4. Tanyakan langsung pada yang bersangkutan

Saat ini banyak yang suka mengumbar pertikaian dengan curhat di media sosial, padahal sesuatu yang diumbar hanya akan menambah banyak, yang ada bisa menambah musuh.

Daripada mengumbarnya lebih baik tanyakan secara langsung pada orang yang bersangkutan. Lakukan dengan kepala dingin.

Bicarakan dengan baik-baik dan lihat dari sudut pandang yang berbeda untuk menghindari konflik baru.

Baca Juga: Hakim Akan Hati-hati Pada Sidang Perdana Mario Dandy Akibat Tekanan Publik, Ada Apa?

5. Balas dengan kebaikan

Kalau yang ini memang agak susah untuk dilakukan, tetapi jika kamu melakukannya maka hatimu akan menjadi lebih lega dan memusnahkan dendam.

Jika kamu tidak mampu untuk berbuat baik pada orang yang menyakitimu secara langsung, maka cukup berbuat baik pada orang-orang terdekatnya.

Hal ini dikarenakan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan oleh dirimu pastinya akan sampai ke mereka yang telah menyakitimu.

Jika kamu sedang sakit hati dan dendam dengan seseorang, coba lakukan 5 cara yang sudah disebutkan di atas dan pastinya kamu akan bisa merasa tenang dan terlihat berkelas.

Namun jika dirasa belum puas, biarkan waktu yang akan menunjukkan cara terbaik untuk membalaskan dendam.

Bukan dengan nyinyiran, makian, atau amaran yang meluap, melainkan lewat tangan Tuhan yang akan membalaskan karma perbuatan tidak baik.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Tedi Rukmana