Gaya Hidup

Mau Bahagia? Ini 5 Keputusan Finansial di Umur 20-an yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Sabtu 03 Jun 2023, 10:52 WIB
Ilustrasi keputusan finansial yang bisa bantu kamu mencapai kebahagiaan hidup.

AYOJAKARTA.COM — Mengelola keuangan dengan bijak adalah keterampilan penting yang perlu dikuasai oleh setiap individu.

Salah satu aspek penting dalam mengelola keuangan adalah mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan baik.

Sayangnya, seringkali pengeluaran seseorang melebihi pemasukan, terutama ketika cenderung menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting.

Di usia 20-an, mengelola pemasukan dan pengeluaran keuangan dapat menjadi tantangan.

Baca Juga: Terisak! Natasha Rizky Ungkap Desta Mahendra Sosok Seperti Ini: Saya menjadi Saksi Hidup

Terkadang, keinginan untuk membeli barang-barang yang tidak penting seperti pakaian baru dapat menghasilkan pengeluaran yang melebihi pemasukan.

Namun setelah dipertimbangkan, pengeluaran semacam itu sebenarnya tidaklah penting dan dapat digantikan dengan pilihan yang lebih bijak, seperti menginvestasikan uang dalam reksadana saham.

Belajar mengenai investasi mungkin terasa sulit, menulis pemasukan yang ada untuk diinvestasikan dapat memberikan manfaat jangka panjang kepada individu yang membutuhkannya, tanpa harus membayar bunga atau keterikatan tertentu.

Banyak orang mengatakan bahwa apa yang dilakukan di usia 20-an akan menentukan masa depan. Kunci kesuksesan adalah belajar dengan tekun dan bekerja keras, sedangkan ketidakpedulian dan malas hanya akan menghasilkan kegagalan.

Baca Juga: Solusi Cepat Download Lagu MP3-MP4 Pakai MP3Juice dan YTMP3, Tanpa Aplikasi Dijamin Gratis Seumur Hidup

Hal ini memang benar, tetapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Terkadang, orang-orang yang sudah sukses dan memiliki banyak uang masih merasa tidak bahagia dan tidak puas dengan kehidupan mereka.

Meskipun mereka dapat membeli apapun yang mereka inginkan dengan hasil kerja keras mereka, uang tidak menjamin kebahagiaan dan kepuasan hidup.

Mengapa memiliki banyak uang dan membeli barang-barang mewah tidak menjamin kebahagiaan? Apa yang salah dan bagaimana cara bisa membeli kebahagiaan dan menikmati hidup?

Dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube Satu Persen - Indonesian Life School, berikut 5 keputusan finansial yang bisa bantu kamu mencapai kebahagiaan hidup.

Baca Juga: Prabowo Subianto Ungkap Dirinya Akan Nyapres Pilpres 2024: Sisa Hidup Saya Diwakafkan Pada Bangsa Indonesia

1. Mengutamakan Pengalaman daripada Barang

Dalam hal pengeluaran, lebih baik memilih pengalaman daripada membeli barang. Misalnya, daripada membeli pakaian yang tidak penting, lebih baik mengikuti pelatihan atau kursus yang dapat meningkatkan kemampuan.

Pengalaman tidak dapat dihargai dengan uang, karena pengalaman membentuk kepribadian dan perkembangan individu.

Memiliki uang tabungan untuk kebutuhan mendesak lebih baik daripada menghabiskan uang untuk barang yang tidak penting.

Ketika beli pengalaman, itu dapat membuat kamu bahagia. Karena, pengalaman tersebut akan masuk ke dalam memori yang dapat kamu kenang. Selain itu juga pengalaman lebih bisa dinikmati dalam jangka panjang.

Umur 20-an juga merupakan tempat semua experience dalam memori bermula. Maka, lakukanlah sesuatu yang bisa menciptakan memori yang baik.

Baca Juga: 4 Tanda Hidup Sukses akan Datang dari Hobi yang Kamu Punya

2. Menunda Perilaku Konsumtif

Menunda membeli sesuatu dapat memberikan kepuasan yang lebih besar daripada membelinya secara instan.

Jika dalam konteks keputusan finansial di usia 20-an, menunda pembelian barang-barang yang tidak penting atau tidak memberikan manfaat jangka panjang adalah pilihan yang lebih baik.

Dalam jangka panjang, menabung dan berinvestasi adalah pilihan terbaik yang dapat memberikan kebahagiaan dan kepuasan hidup.

Baca Juga: MP3Juice, Solusi Cepat Download Lagu MP3 Gratis dari YouTube Tanpa Login Aplikasi, Jaminan Gratis Seumur Hidup

3. Membeli Hal yang Menyelesaikan Masalah

Mengenal konsep compounding effect, satu keputusan yang kamu ambil setiap harinya akan menghasilkan dampak positif yang cenderung signifikan di kehidupan kamu dan ngasih efek compounding.

Pilihan pembelian yang lebih baik adalah membeli barang yang dapat menyelesaikan masalah atau meningkatkan kemampuan.

Keputusan ini dapat memberikan dampak terhadap kehidupan kamu, dibandingkan hal yang cuma menambah kesenangan kamu.

Mana yang akan menghasilkan compounding? Misalnya, membeli Macbook hanya untuk keren-kerenan atau untuk membuat konten dan mengedit video?

Tentunya kedua mindset tersebut berbeda, alasannya beda dan pemakaiannya berbeda. Secara keuangan yang lebih baik adalah beli macbook untuk menyelesaikan masalah, bukan hanya bersenang-senang.

Baca Juga: Macam-Macam Penyebab Rezeki Seret, Simak Contoh Pola Hidup yang Membuat Kamu Sukses di Masa Depan

4. Beli Hal Kecil tapi Banyak, daripada Hal Besar tapi Satu

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah lebih baik menghabiskan uang untuk satu hal besar yang diinginkan atau membeli berbagai barang dan pengalaman kecil.

Misalkan seseorang memiliki anggaran sebesar 100 juta rupiah. Apakah seseorang akan lebih bahagia membeli satu mobil yang bagus atau memilih untuk membeli berbagai barang seperti pakaian, komputer, dan perjalanan wisata?

Menurut pandangan pribadi, seseorang yang memilih untuk membeli berbagai barang dan pengalaman kecil akan cenderung lebih bahagia.

Jika kamu menghabiskan seluruh anggaran kamu pada satu hal, seperti mobil yang mahal, kamu tidak dapat memastikan apakah itu akan membuat kamu bahagia, atau apakah itu akan memberikan kepuasan yang diharapkan.

Dengan diversifikasi pengeluaran, kamu mengalokasikan uang untuk berbagai barang dan pengalaman. Dalam situasi di mana anggaran terbatas, kamu masih dapat mencapai diversifikasi dengan menggunakan aplikasi yang tepat.

Baca Juga: Bersyukurlah! 7 Tanda Bahwa Kamu akan Capai Hidup Sukses Sebelum Usia 30 Tahun

5. Beli Barang dengan Memikirkan Experience-nya

Tidak ada salahnya kamu membeli barang, membeli barang akan terasa bagus jika barang tersebut bisa membeli pengalaman dan barang tersebut bisa menyelesaikan masalah.

Jadi, membeli barang dengan pertimbangan nilai dan manfaatnya, baik itu pengalaman maupun solusi untuk memenuhi kebutuhan, tetap merupakan pilihan yang bagus.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Tedi Rukmana