Gaya Hidup

4 Juni 2023 Umat Budha Merayakan Hari Waisak, Berikut Sejarah Singkatnya

Oleh: Muhammad Lazuardi Iman Jumat 02 Jun 2023, 08:28 WIB
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi menegaskan bahwa perayaan Waisak 2567 Buddhis Era (BE) jatuh pada tanggal 4 Juni 2023.

AYOJAKARTA.COM - Dirjen Bimas Buddha Supriyadi menegaskan bahwa perayaan Waisak 2567 Buddhis Era (BE) jatuh pada tanggal 4 Juni 2023.

Perayaan hari Waisak merupakan salah satu hari suci bagi umat Buddha yang dirayakan secara global.

Peringatan hari Waisak di Indonesia secara resmi diumumkan oleh Dirjen Bimas Buddha Supriyadi di Jakarta melalui Kementrian Agama.

“Waisak 2567 BE bertepatan 4 Juni 2023. Ini juga sudah terakomodir dalam Surat Keputusan Bersama antara Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Tenaga Kerja,” ungkap Dirjen Bimas Buddha Supriyadi, dikutip AyoJakarta.com dari situs resmi Kemenag, Jumat, 2 Juni 2023.

Berikut sejarah singkat perayaan Waisak.

Baca Juga: Kenapa Detik-detik Waisak Diadakan di Borobudur? Yuk Simak Penjelasan Sejarahnya!

Sejarah

Dilansir dari Suara.com, perayaan Waisak telah berlangsung sejak sebelum abad ke-19 dan awalnya dilaksanakan secara tertutup. Pada akhir abad ke-19, perayaan Waisak mulai mengalami pergeseran karena adanya pengaruh gerakan modernisasi yang berasal dari negara Sri Lanka dan menyebar ke Asia Timur dan Tenggara.

Umat Buddha Sri Lanka meminta agar hari suci Waisak diakui secara resmi seperti hari-hari besar keagamaan lainnya.

Keputusan untuk merayakan perayaan Waisak secara resmi diumumkan dalam Konferensi Persaudaraan Buddha Sedunia pertama di Sri Lanka pada tahun 1950-an.

Setelah keputusan tersebut, perayaan Waisak dilakukan pada Purnama pertama bulan Mei, mengikuti perhitungan kalender India kuno.

Baca Juga: 15 Link Twibbon Hari Raya Waisak 2023, Cocok Dibagikan di Medsos, Lengkap Dengan Cara Pakainya

Di Indonesia, perayaan Waisak juga mengikuti hasil keputusan resmi World Fellowship of Buddhists (WFB). Menurut laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud), Indonesia telah lama menggelar tradisi Waisak yang berpusat di Candi Mendut dan Candi Borobudur sejak tahun 1929.

Proyek tersebut digagas oleh Himpunan Kebudayaan Buddha Hindia Belanda, yang saat itu anggotanya terdiri dari beragam keturunan Eropa dan Jawa ningrat.

Sebelumnya, Candi Borobudur telah lama tidak difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan setelah dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi.

Namun, setelah mendapatkan izin resmi, Candi Borobudur kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, sekaligus menjadi bukti toleransi dalam kehidupan beragama.

Baca Juga: Apa Makna Menerbangkan Lampion Saat Waisak? Ternyata Memiliki Arti yang Sakral dan Menyentuh

Perayaan Waisak di Indonesia umumnya diselenggarakan di kompleks Candi Borobudur. Namun, ada juga umat Buddha yang merayakan perayaan ini di berbagai tempat sesuai dengan tempat tinggal mereka.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Candi Borobudur meliputi pengambilan air berkat, upacara renungan, dan prosesi membawa obor dari sumber api abadi di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah.

Selain itu, banyak yang memberikan sumbangan makanan kepada para bhikkhu untuk melakukan kebajikan.

Demikianlah sejarah singkat perayaan Hari Waisak, dari zaman peradaban kuno hingga masuk ke Indonesia yang diperingati setiap tahunnya.

Baca Juga: Apakah 2 Juni 2023 Cuti Bersama Peringatan Waisak? Bersiaplah Long Weekend, Simak Daftar Libur SKB 3 Menteri

Perayaan ini menjadi momen penting bagi umat Buddha untuk merenungkan ajaran agama dan menebarkan kebaikan.***

Reporter Muhammad Lazuardi Iman
Editor Tedi Rukmana