Gaya Hidup

Waspada! Kenali Ciri-ciri Toxic Parent yang Kerap Tidak Disadari Orang Tua Menurut dr. Aisah Dahlan

Oleh: Devi Kusumaningsih Rabu 15 Feb 2023, 08:50 WIB
Waspada! Kenali Ciri-ciri Toxic Parent yang Kerap Tidak Disadari Orang Tua Menurut dr. Aisah Dahlan

AYOJAKARTA.COM - Pola asuh pada anak sangatlah penting. Jangan sampai sebagai orang tua melakukan pola asuh toxic parent atau pola asuh yang buruk.

Pola asuh orangtua kerap tanpa didasari telah menjadikan toxic parent bagi anak-anak.

Orangtua yang tidak memiliki kematangan emosional cukup untuk berperan sebagai orang tua akan lebih mudah memberikan pola asuh toxic parent.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Lewat PT.Pos Indonesia? Inilah Berkas yang Harus Dipersiapkan

Pola asuh yang buruk atau toxic parent tidak mampu membangun interaksi hangat , bahkan bisa jadi menarik diri dari kedekatan emosional dengan anak-anak maupun keluarga, demikian seperti dikutip dari kanal YouTube pecinta dr. Aisah Dahlan, CHt pada Rabu, 15 Februari 2023

Dalam video yang diunggah, dr. Aisah Dahlan menjelaskan tentang ciri-ciri pola asuh yang buruk atau toxic parent.

Dimana orang tua sering kali tidak menyadari apa yang dilakukannya merupakan bagian dari toxic parent.

"Toxic parent adalah orang tua yang tidak menghormati dan tidak memperlakukan anaknya sebagai individu," tutur dr. Aisah.

Meski orang tua toxic kerap berdalih apa yang dilakukannya semata-mata karena kasing sayang, tetapi pola asuh toxic tentu saja tidak baik untuk dilakukan.

Apa yang terjadi pada masa kanak-kanak akan berdampak sampai dewasa. Untuk itu penting bagi orang tua senantiasa sadar dalam mengasuh anak, penting baginya mengetahui apa dan bagaimana toxic parent itu.

Ciri-ciri pola asuh toxic parent:

1. Mengutamakan diri sendiri

Orang tua selalu mengutamakan kebutuhan diri sendiri dan tidak mempertimbangkan kebutuhan maupun perasaan anak.

Selain itu orang tua dengan pola didik toxic parent tidak berpikir mengenai dampak perilaku tersebut pada anak.

2. Tak dapat memperlakukan anaknya dengan baik

orang tua yang toxic tak dapat memperlakukan anaknya dengan baik.

Bahkan pada tingkat yang dasar saja, seperti rasa hormat dan kesopanan.

3. Sulit mengendalikan diri

Toxic parent kerap mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosinya.

Ia cenderung dramatis ketika anak melakukan kesalahan.

Selain itu, kemarahannya pun seringkali tidak dapat diprediksi.

Bahkan ia tak segan memukul, memaki atau melakukan kekerasan lainnya.

4. Suka mengontrol anak

Orang Tua toxic senang mengontrol anaknya dengan ketat.

Ia akan mengatur apa yang harus dilakukan anak, kapan dan bagaimana sang anak melakukannya.

Toxic parent selalu mencampuri urusan pribadi anak.

5. Selalu menyalahkan anak

atas perbuatan yang dilakukannya, orangtua toxic justru akan menyalahkan semuanya pada anak.

Selain itu, apapun usaha dan hasil yang dilakukan anak tak [pernah cukup baginya.

Orangtua selalu mencari kesalahan dan jarang mengapresiasi anak.

6. Sering mempermalukan anak

Orangtua yang toxic juga kerap mempermalukan anaknya dengan sangat buruk.

Ia akan mengejek, merendahkan, memukul, memaki, atau meneriaki anaknya di depan orang lain, terutama teman-temannya, sehingga anak merasa sangat malu.

7. Merasa bersaing dengan anak

Bukan hanya selalu merasa benar, toxic parent juga akan bertindak seperti sedang bersaing dengan anak.

Jadi, alih-alih menyemangati dan juga merasa bahagia atas keberhasilan anak, ia malah membuat anak down, mengabaikannya, dan merasa tak suka jika anak senang.

Sebagai orang tua sangatlah penting belajar bagaimana mengasuh anak dengan baik.

Hindari ketujuh pola didik anak tersebut di atas, agar anak-anak tumbuh dewasa menjadi pribadi yang baik.

Pada dasarnya anak terlahir murni, tanamkan kebaikan sejak dini agar tidak menyesal dikemudian hari.***

Reporter Devi Kusumaningsih
Editor Aulli R Atmam