Gaya Hidup

Banyak Ditemukan Saat Imlek, Indahnya Bunga Mei Hua atau Plum Blossom Ternyata Mengandung Makna Penting

Oleh: Karseno AJ Sabtu 14 Jan 2023, 20:58 WIB
Banyak Ditemukan Saat Imlek, Indahnya Bunga Mei Hua atau Plum Blossom Ternyata Mengandung Makna Penting

AYOJAKARTA.COM – Dalam setiap perayaan Imlek, selain kuliner khas serta angpao berisi uang, juga biasanya terdapat Bunga Mei Hua atau Plum Blossom.

Bunga Mei Hua atau Plum Blossom adalah bunga yang memiliki beragam warna, sederhana, dan indah meski tidak banyak aksesoris.

Selain itu, tangkai bunga Mei Hua atau Plum Blossom sangat artistik dan mudah dibentuk menjadi barang seni.

Baca Juga: Publik Murka! PN Jaksel Ramai Digeruduk Massa, Minta JPU Tuntut Hukuman Mati Ferdy Sambo CS

Setelah bunga Mei Hua mulai gugur dan mengering, akan tumbuh buah Plum yang banyak diolah menjadi manisan.

Maskapai China Airlines bahkan sempat menjadikan bunga Mei Hua sebagai logo, meski pada 21 Juli 1964 oleh Pemerintah Taiwan ditetapkan sebagai bunga nasional.

Bunga Plum atau Mei Hua akan tumbuh subur pada daerah dengan suhu 15 hingga 20 derajat celcius.

Meski demikian, bunga Plum juga masih akan bertahan hidup pada suhu ekstrem  di bawah 20 derajat.

Baca Juga: Telak! Putri Candrawathi Mendadak 'Amnesia' saat Hakim Beberkan CCTV Berduaan dengan Kuat Maruf

Bunga Plum mampu bertahan dalam cuaca yang sangat ekstrem, semakin dingin maka bunga Plum akan semakin berkembang.

Bunga Plum biasanya akan berbunga pada akhir Januari hingga bulan Maret, dengan masa hidup mencapai 7 hingga 20 hari.

Pada masa pemerintahan Dinasti Han, bunga Plum masih sebatas dijadikan sebagai sarana perjalanan wisata.

Hingga kemudian pada masa Dinasti Khang, bunga Plum mulai dijadikan sebagai salah satu hiasan dekorasi pada setiap perayaan tahun baru.

Dalam budaya Cina dikenal peribahasa, tanpa bunga tiada buah, sehingga bunga dijadikan sebagai suatu simbol kemakmuran.

Selain itu, dalam bunga Plum juga terdapat sejumlah ciri yang dianggap mewakili karakteristik orang Tionghoa.

Saat bunga-bunga lain masih kuncup dan tertidur, bunga Plum sudah lebih dulu mekar dan terjaga hingga tidak perlu bersaingan dengan bunga lain.

Hal tersebut dapat terlihat pada karakter orang Tionghoa yang pandai dalam menciptakan peluang dan memenangkan kompetisi.  

Bunga yang mampu bertahan dalam cuaca yang sangat ekstrim, semakin dingin maka bunga Plum akan semakin berkembang.

Menggambarkan sifat dan karakteristik orang Tionghoa, meski dalam situasi yang begitu sulit, akan semakin inovatif.

Bunga Plum juga tidak terlalu memerlukan tanah yang subur dan tahan terhadap terpaan angin serta mudah kering, tahan banting dan fleksibel.

Bunga Plum akan tetap indah ketika dijadikan bonsai, tetap bertahan ketika tumbuh dalam pot, atau dibiarkan di alam terbuka.  

Itu menggambarkan karakteristik orang Tionghoa yang bisa beradaptasi dan berkembang dalam berbagai situasi.***

Reporter Karseno AJ
Editor Aulli R Atmam