AYOJAKARTA.COM - TikTok kini menjelma sebagai media sosial yang membuat para penggunanya nyaman di platform tersebut.
CEO Open Influence dan pakar media sosial, Eric Dahan, mengatakan bahwa algoritma TikTok memang dirancang untuk membuat penggunanya ketagihan. Hal yang paling menojol dari TikTok adalah For Your Page (FYP).
Fitur itu menyediakan video pendek yang dibagikan berdasarkan interaksi spesifik setiap pengguna dengan aplikasi dan konten. Hasilnya membuktikan bahwa FYP benar benar dibuat “untuk Anda (your page)”.
Eric Dahan, seperti dilansir Fox News, mengatakan bahwa video durasi pendek TikTok secara khusus dibuat sejalan dengan minat Gen-Z. Mereka adalah kelompok pengguna utama media sosial itu yang aktif membuat video di gawai dan mengikuti tren baru.
Menurut laporan Business of Apps, pada kuartal II 2022 TikTok memiliki 1,46 miliar pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU) di seluruh dunia.
Dikutip dari dataindonesia.id, MAU TikTok di Indonesia sejumlah 99,1 juta orang pada April 2022. Jumlah itu menjadi yang terbesar kedua setelah Amerika Serikat.
Sistem TikTok menjual konten dengan memanfaatkan keviralan tren baru dan jumlah tayangan. Berbeda dengan Instagram di mana tayangan disortir berdasarkan hal yang diikuti.
TikTok membuat para penggunanya melihat hal yang disukai dan menampilkan video lebih banyak. Dengan begitu, media sosial ini mempersempit apa yang Anda minati sambil menunjukkan apa yang mungkin Anda minati.
Meskipun aplikasi ini bertujuan untuk menghibur, TikTok justru paling sering digunakan untuk berjualan.
Eric Dahan menjelaskan bagaimana TikTok menggerakkan pasar dan minat konsumen. Semakin banyak orang mengikuti video viral di media sosial itu, kata dia, akan memicu orang lain juga tertarik.
Selain itu, TikTok mendorong sektor media lain seperti musik karena lagu-lagu top saat ini biasanya digunakan dalam tayangan video di media sosial itu. (Fahmi Widjaya)