AYOINDONESIA.COM – Sebanyak 70 film yang bercerita tentang kehidupan umat Muslim dari 22 negara akan meramaikan Madani International Film Festival (Madani IFF) 2022 .
Menurut Putut Widjanarko, Board of Madani IFF, ufuk menjadi tema dari festival film ini yang sudah berjalan lima tahun.
“Ufuk, sebagai tema pokok Madani International Film Festival tahun ini, tepat sekali. Meski belum sepenuhnya lepas dari pandemi Covid-19, dunia kini sedikit lega menyambut kebaruan dengan penuh harapan,” ujar Putut ketika memberikan keterangan pers, Rabu 5 Oktober 2022.
“Film-film dan kegiatan Madani IFF tahun ini menawarkan dan menandai jangkauan baru kehidupan kaum Muslim di pelbagai belahan dunia,” ujar Putut yang juga Produser Mizan Pictures
Festival Director, Sugar Nadia, menjelaskan tahun ini Madani IFF 2022 menerima 2.214 film yang telah mendaftar dari dalam dan luar negeri untuk program East Cinema dan Short Film Competition.
“Total film yang akan tayang di Madani IFF 2022 adalah 70 film dari 22 negara, serta 15 diskusi dari 30 pembicara dalam dan luar negeri.”
Program film dan diskusi, kata Sugar Nadia, dapat disaksikan di ruang publik seni yang telah selesai direvitalisasi yaitu kineforum dan sebagian area Taman Ismail Marzuki.”
Madani IFF merupakan ajang festival film berskala internasional yang bertujuan menggambarkan kehidupan kaum Muslim di berbagai belahan dunia, ketika Muslim menjadi mayoritas maupun minoritas.
Festival ini diselenggarakan atas inisiasi antara Mizan dan Pabrikultur dengan mengusung semangat keberagaman masyarakat Muslim dunia di setiap penyelenggaraannya.
Selain menghadirkan film-film lokal dan mancanegara, Madani IFF juga menyelenggarakan diskusi-diskusi untuk membahas isu-isu relevan.
Memasuki tahun kelima, Madani IFF mengangkat tema Ufuk yang dipahami sebagai batas terjauh pandangan mata kita, batas antara bumi dan langit.
Imaji paling umum jika kita membaca kata ufuk (dalam bahasa Inggris, horizon) adalah batas langit dan bumi yang kita pandang dari pantai.
Dalam banyak karya sastra, menurut siaran pers Madani IFF 2022, ufuk seringkali identik dengan pikiran yang terbuka, imajinasi, sekaligus harapan yang luas.
Dalam konteks tematik dan programatik, ufuk diterjemahkan antara lain lewat fokus pada pikiran dan imajinasi. Madani IFF mengangkat tema ini dengan ikhtiar untuk mewujudkan peradaban baru yang lebih adil dan welas asih, dengan segala konteks sosiokultural, khususnya pasca-Covid-19.
Direktur Perfilman, Musik dan Media Kemendikbud Ristek, Ahmad Mahendra, mengapresiasi kehadiran Madani International Film Festival di tahun kelima ini. Menurut dia, film merupakan bingkai dari realitas sosial untuk memahami apa yang terjadi di dunia ini.
“Sebagai festival film, Madani IFF merupakan sarana edukasi. Masyarakat dapat melihat dunia Islam yang penuh warna dan tampak bergejolak di sana sini dengan tenang dan reflektif.”
Hikmat Darmawan, kritikus film yang juga bertindak sebagai Board of Madani International Film Festival, menyampaikan tema ufuk pada Madani International Film Festival 2022 bertujuan untuk mengembangkan dialog dan harapan.
“Harapannya jelas: ufuk menjadi orientasi bahwa kita masih bisa berjalan, masih menuju horison terjauh pikiran dan pandangan kita”.
Madani International Film Festival 2022 akan berlangsung di Jakarta pada 8-15 Oktober 2022, dengan serangkaian program kegiatan, yaitu: Perempuan Dunia Madani, Migrasi, Madani with Binus University, Madani Classic, East Cinema, Relaksasi Beragama, Madani Kids, dan Madani Short Film Competition.
Madani IFF 2022 juga bekerja sama dengan PickLock Films dengan dukungan Kemendikbud Ristek untuk memproduksi seri dokumenter yang berjudul The Quest yang menelusuri peradaban Islam dan kehidupan masyarakat Muslim Nusantara, yaitu Aceh dan Bali.
Program-program Madani IFF 2022 berlokasi di Epicentrum XXI, Metropole XXI, Kineforum, Galeri Cipta I, dan Taman Parkir (Rooftop) Taman Ismail Marzuki. Masyarakat luas juga dapat mengikuti program diskusi secara online melalui kanal YouTube Madani International Film Festival.
Sebagai pembuka Madani IFF 2022 adalah film The Perfect Candidate (2019), yang akan tayang pada 8 Oktober 2022 di Epicentrum XXI, Jakarta.
Film ini disutradarai oleh Haifaa Al Mansour, sutradara perempuan pertama di Arab Saudi, dan dianggap sebagai salah satu tokoh sinematik paling penting di negara tersebut.
The Perfect Candidate memperoleh penghargaan Malmö Arab Film Festival 2020 untuk kategori Special Mention dan Florida Film Festival 2020 untuk kategori Best International Feature.
Tahun 2019, The Perfect Candidate masuk sebagai nominasi pada Venice Film Festival dan London Film Festival.
Pada tahun berikutnya, The Perfect Candidate masuk nominasi Cinema for Peace Awards 2020 untuk kategori The Cinema for Peace Award for the Political Film of the Year.
Film yang menjadi penutup Madani IFF 2022 adalah Until Tomorrow (2022), akan tayang pada 15 Oktober 2022 di Epicentrum XXI, Jakarta. Film ini disutradarai oleh Ali Asgari, dan dibintangi oleh Sadaf Asgari, Ghazal Shojaei, Babak Karimi, Amirreza Ranjbaran, Nahal Dashti, dan Mohammad Heidari.
Film ini dinobatkan sebagai nominasi Panorama Audience Award, Berlin International Film Festival 2022, serta nominasi Golden Eye, Best International Feature Film, Zurich Film Festival 2022.
Untuk pembuka, akan ada music performance dari Zein Panzer, rapper asal Maluku, yang menyampaikan dakwah Islam melalui musik hip hop.
Kemudian, penutupnya, akan ada dance performance dari Dansity, mengusung tema ‘ora obah ora mamah’, koreografi karya Siko Setianto. (Diva Inggar Sabilillah)