AYOJAKARTA.COM - Konflik adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebuah hubungan, terutama pernikahan.
Bertengkar, berdebat, saling menyalahkan adalah hal yang wajar terjadi saat berkonflik.
Meski begitu, konflik juga memainkan peran yang sehat dan positif dalam pernikahan.
Saat berkonflik kita dituntut untuk menyelesaikan perselisihan, mengungkapkan perasaan dan mencari solusinya.
Dikutip AyoJakarta.com dari yourtango.com, berikut adalah 5 tipe kepribadian yang paling banyak menyebabkan konflik dalam pernikahan.
Apakah kamu termasuk? cek dalam ulasan berikut ini.
Baca Juga: Bolehkah Melakukan Hubungan Suami Istri di Hari Tasyrik? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini!
1. Tipe Keras kepala
Kepribadian yang keras kepala cenderung menutup diri saat berkonflik.
Mereka menolak untuk bekerja sama bahkan berkomunikasi.
Secara psikologis, mereka melakukan ini untuk menjaga ego, emosi dan dirinya sendiri.
Cara terbaik untuk melawan keras kepala adalah dengan kelembutan.
Gunakan empati dan kasih sayang untuk melawan keras kepala.
Beri tahu mereka bahwa kamu memahami perasaannya.
2. Tipe Penyerang secara verbal
Selanjutnya adalah kepribadian yang menyerang secara verbal.
Saat berkonflik, tipe kepribadian ini menghakimi, menyalahkan dan mengkritik pasangannya.
Mereka bersikeras bahwa kesalahan sepenuhnya terletak pada orang lain.
Cara terbaik untuk melawannya adalah dengan bersandar pada argumen pasangan.
Minta pasangan menjelaskan apa yang membuatnya marah.
Baca Juga: 10 Tanda Hubungan Sehat dan Akan Bertahan Lama, Tidak Mengekang dan Saling Percaya Satu Sama Lain
3. Tipe Penghindar
Berikutnya adalah tipe penghindar.
Adalah tipe kepribadian yang menghindari konfrontasi.
Mereka biasanya akan mengubah topik pembicaraan agar tidak terjadi konflik.
Mereka juga akan mengalihkan perhatian sehingga tidak bisa menemukan akar masalah.
Cara yang tepat untuk melawan tipe kepribadian ini adalah dengan humor dan mencairkan suasana.
Buat lelucon jika itu diperlukan.
Jika pasanganmu suka menghindari konflik, sampaikan padanya dan beri tahu bahwa kamu memahami apa yang dia rasakan.
4. Tipe Pasif
Tipe kepribadian ini mirip dengan penghindar karena mereka akan selalu menyerah dan mengakui mereka yang salah walaupun mungkin mereka ada di posisi yang benar.
Mereka sangat takut dibenci atau dimarahi, sehingga mereka hanya akan menyerah untuk menghindari konflik.
Cara mengatasi kepribadian ini adalah dengan tidak mengatakan bahwa sikap mereka konyol.
Sebaliknya, kita harus menghargai perasaan mereka dan memberi rasa aman serta nyaman.
Lalu perlahan buat obrolan yang sehat dan produktif.
5. Tipe Pemecah Masalah
Terakhir adalah tipe pemecah masalah.
Mereka akan menawarkan solusi dengan cara apapun.
Mereka tidak suka hal-hal yang tak pasti.
Cara mengatasi kepribadian ini adalah dengan percaya bahwa ide mereka tepat dan benar.
Jika kamu atau pasangan cenderung memiliki kepribadian ini, cobalah terbuka dan mendengar semua argumen orang lain.
Demikian 5 tipe kepribadian yang paling banyak menyebabkan konflik dalam pernikahan.***