JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Penyanyi Reza Artamevia ditangkap polisi atas dugaan keterlibatan narkoba. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, hingga saat ini kasus Reza Artamevia tengah didalami pihak kepolisian.
Polda Metro Jaya akan menggelar konferensi pers kasus yang menjerat mantan istri Adjie Massaid ini, Minggu (6/9/2020).
"Besok jam 10 (pagi) saya baru konferensi pers," kata Kombes Pol Yusri Yunus, Sabtu (5/9/2020).
Diketahui, Ini bukan kali pertama penyanyi Reza Artamevia tersandung kasus narkoba. Berikut jejak keterkaitan pelantun "Berharap Tak Berpisah" dengan barang haram tersebut.
1. Terjerat kasus narkoba pada 2016
Reza Artamevia pernah ditahan di Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) karena kasus narkoba pada 2016. Reza Artamevia ditangkap bersama guru spiritualnya, Aa Gatot Brajamusti di hotel kawasan NTB.
2. Reza Artamevia disebut gunakan aspat
Dalam penggerebekan di hotel dalam acara kongres, Reza Artamevia awalnya disebut mengonsumsi aspat. Berdasarkan keterangan dari dr Yuli, tim dokter BNNP NTB, aspat adalah benda yang dibakar di nampan kecil. Asap dari barang tersebut bisa membuat badan yang tidak fit menjadi fit.
"Reza dan lainnya mengaku menggunakan barang itu jauh-jauh hari sebelum kongres, untuk menghindari capek karena kongres," ujar Yuli.
Yuli juga mengatakan, Aspat juga mengandung zat amphetamin seperti halnya sabu.
3. Terbukti positif narkoba
Meski awalnya dikatakan menggunakan aspat, namun dari hasil tes urin, membuktikan Reza Artamevia positif narkoba.
"Dari hasil tes urin Denpasar Bali Reza Artamevia di nyatakan positif menggunakan narkoba jenis amphetamine," ujar AKBP Tri Budi Pangastuti, Kabid Humas Polda NTB saat menggelar konferensi pers di ruang Ditresnarkoba Polda NTB, Rabu, 7 September 2016.
4. Aaliyah Massaid pergoki Reza Artamevia gunakan narkoba
Melalui penjelasan Ketua KPAI, Asrorun Niam pada 2016 silam, putri Reza Artamevia, Aaliyah Massaid pergoki sang ibu menggunakan narkoba.
"Dia melihat itu, iya. Melihat ibunya menggunakan (narkoba)," kata Asrorun Niam ditemui di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
"Dia (Aaliyah) relatif menjadi permisif (sikap membolehkan) melihat ibunya menggunakan (narkoba)," imbuhnya.