SIDOARJO, AYOJAKARTA.COM -- Insiden pembakaran mobil menyisakan trauma bagi pedangdut Via Vallen. Tak hanya itu, ancaman pembunuhan dari pelaku juga masih menghantui. Via menemukan adanya ancaman pembunuhan melalui tulisan di tembok rumahnya.
AYO BACA : Kondisi Via Vallen Usai Mobilnya Dibakar
“Terornya dari dia juga ditulis di tembok kata-katanya nggak jelas, yang bisa dibaca cuma 'mati kalian',” kata Via Vallen saat dihubungi, Minggu (5/7/2020).
AYO BACA : Pembakar Mobil Via Vallen Berlaga Gila di Depan Polisi
Kendati begitu, Via terus berusaha untuk tegar. Dia memasrahkan diri pada Tuhan.
“Ya kalau dibilang takut, ada sedikit ketakutan. Cuma saya nggak mau terlalu mikirin kayak gitu. Karena kemarin saya nenangin diri ya saya udah tenang, nggak bingung lagi, jadi saya punya Allah bakal kembali ke dia, termasuk mobil Alphard saya. Karena kan emang yang saya punya semua cuma titipan kalau Allah,” ujarnya.
Mobil Via Vallen berpelat nomor W 1 VV yang diparkir di sebelah rumahnya dibakar pada Selasa (30/7/2020) jelang subuh. Pelaku yang diketahui bernama Pije kemudian menyerahkan diri ke Polresta Sidoarjo.
Pije telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat pasal 187 ayat 1 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. Kepada penyidik, Pije mengaku sakit hati karena Via Vallen menolak ditemuinya di rumah. Sehingga, dia nekat membakar mobil idolanya sendiri.
AYO BACA : Pembakar Alphard Via Vallen Menyerahkan Diri ke Polisi