Hiburan

Serunya Permainan Tradisional Jelang Pekan Kebudayaan Nasional

Oleh: Admin Minggu 06 Okt 2019, 10:57 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bermain congklak di Pekan Kebudayaan Nasional, Istora Senayan, Jakarta, Minggu (6/10/2019)/Antaranews

JAKARTAPUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda untuk melestarikan permainan tradisional.

"Kita ingin menggali permainan-permainan anak yang ada di masing-masing daerah," kata dia di sela-sela kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional di kawasan Istora Senayan, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Ia melihat berbagai permainan tradisional mulai jarang dimainkan oleh anak, bahkan tidak dikenal oleh generasi saat ini. Oleh karena itu, perlu ada upaya pelestarian secara berkesinambungan.

Berbagai permainan tradisional yang diselenggarakan pada pekan kebudayaan nasional yaitu congklak, egrang, lompat karet, gasing, lari balok, taplak (engklek) dan lain sebagainya.

Beragam permainan tradisional tersebut diharapkan Muhadjir dapat memacu minat dan kemauan anak-anak Indonesia untuk terus mencintai kebudayaan asli Tanah Air.

"Pada intinya kita ingin mengembalikan permainan anak yang berbasis budaya Indonesia," ujar dia.

Ia berkomitmen penyelenggaraan kegiatan selanjutnya akan lebih banyak lagi menghadirkan aneka permainan tradisional. Hal itu tentunya dengan melibatkan beragam permainan anak di seluruh daerah serta mengadakan lomba.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi turut hadir mengatakan, masyarakat terutama generasi muda harus bangga dan mencintai aneka permainan tradisional salah satunya dengan cara melestarikannya di daerah masing-masing.

Pekan kebudayaan nasional merupakan implementasi dari salah satu agenda strategi pemajuan kebudayaan yang telah disepakati Kongres Kebudayaan Indonesia 2018.

Pada kongres itu pemerintah menyediakan ruang bagi keberagaman ekspresi budaya serta mendorong interaksi budaya guna memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria