AYOJAKARTA.COM - Saat ini, lagu Gala Bunga Matahari dari Sal Priadi tentu sudah tidak asing lagi di telinga pecinta musik bukan?
Lagu Gala Bunga Matahari dari Sal Priadi menceritakan kerinduan yang mendalam terhadap seseorang yang sudah tiada.
Lagu ini mendapat sambutan hangat dari publik karena dianggap benar-benar menyentuh hati pendengarnya.
Namun, siapa sangka kalau ternyata lagu ini tercipta karena Sal Priadi terinspirasi dari kucing kesayangannya, kok bisa?
Ya, hal itu diceritakan Sal Priadi kepada Praz Teguh dalam sebuah podcast yang kemudian potongan video tersebut kembali diunggah Instagram @lambegosiip.
Sal Priadi mengatakan kalau sebetulnya sudah terinspirasi sejak satu tahun yang lalu.
Namun baru menyelesaikan lagunya setelah beberapa bulan sebelum lagu tersebut rilis.
“Sebenarnya kalau mungkinkah mungkinkah chorusnya awal itu udah setahun yang lalu, setelah itu beberapa bulan sebelum dirilis baru gua menyelesaikan lagu utuhnya gitu,” kata Sal Priadi.
Ia mengatakan teringat kucing kesayangannya yang mati.
“Kenapa gue tulis mungkinkah kau mampir hari ini bila tidak mirip kau jadilah matahari itu karena sebenarnya kepergian kucing gue,” tuturnya.
“jadi yang memancing perasaan gue adalah itu. Terus gue tiba-tiba awalnya nyanyi aja gitu,” imbuhnya.
Diketahui nama kucing musisi berusia 32 tahun itu yakni Sachi.
Kepergian Sachi ternyata menimbulkan luka mendalam karena selalu bersamanya dan menunggunya ketika pulang kerja.
“Jadi gue punya kucing namanya Sachi, itu kucing kesayangan gue terus gue udah pindah di Jakarta dia di Malang, terus gue dikabarin kalau dia nggak bangun lagi paginya,” jelasnya.***