Hiburan

Ini Racun dalam Diri Sendiri yang Harus Disadari dan Dikendalikan, Nomor Enam Paling Berpengaruh pada Hubungan

Oleh: Karseno AJ Selasa 23 Jul 2024, 14:19 WIB
Salah satu penyebab timbulnya ketidak seimbangan jiwa pada individu adalah keberadaan racun dalam diri sendiri yang terlambat disadari.

AYOJAKARTA.COM – Rentang waktu dari pengalaman serta perjalanan hidup seseorang, tidak jarang ikut melahirkan perilaku racun dalam diri sendiri.

Minimnya kebiasaan berkontemplasi atau introspeksi diri, keberadaan racun dalam diri yang terus diabaikan semakin berbahaya dan berdampak bagi orang sekitar.

Akibat rendahnya kesadaran, sudut pandang hingga perasaan dan hati seseorang semakin diselimuti oleh keberadaan racun yang mengendap atau bahkan menggumpal.

Dalam sejumlah literasi dan ajaran kebijaksanaan, kondisi jiwa terbaik individu adalah saat berada pada dimensi netral atau bebas dari pengaruh lain baik internal maupun eksternal.

Tanpa dihantui oleh kegelisahan pada masa lalu atau rasa takut dan cemas akan masa depan, setiap individu bisa benar-benar hidup pada momen saat ini.

Salah satu penyebab timbulnya ketidak seimbangan jiwa pada individu adalah keberadaan racun dalam diri sendiri yang terlambat disadari.

Baca Juga: Instruksi Langsung dari Presiden! 6 Bansos Ini Dipercepat Pencairannya di Bulan Juli 2024

Karena itu, salah satu upaya positif untuk mencapai keseimbangan jiwa adalah dengan menghilangkan tujuh hal beracun yang menghambat kebahagiaan hidup.

Adapun tujuh hal beracun yang perlu disadari keberadaannya dalam diri setiap pribadi untuk dikendalikan adalah sebagai berikut.

Hal beracun pertama adalah sifat atau rasa iri, karena keberadaannya yang tidak disadari dapat membutakan diri sendiri atas pentingnya rasa bersyukur.

Hal paling beracun kedua yang perlu disadari adalah dendam, karena eksistensinya bisa merusak kebahagiaan jiwa pemiliknya.

Baca Juga: 10 Ide Usaha dengan Modal 3 Jutaan, Tertarik?

Untuk bisa menyeimbangkan kondisi jiwa agar tidak hancur akibat dilebur dendam adalah dengan berusaha memaafkan.

Meski bukan perkara mudah bagi kebanyakan orang, memaafkan sangat penting untuk menjaga keseimbangan jiwa seseorang.

Membandingkan diri dengan orang lain, lawan dengan rendah hati dan menerima keadaan diri sendiri

Hal beracun selanjutnya yang dapat merusak kesejahteraan mental, pikiran serta kedamaian jiwa adalah kebiasaan mengeluh dan terlalu dibawa perasaan.

Kebiasaan mengeluh dan terlalu terbawa perasaan, akan membuat diri cenderung menjadi hiper sensitif dan minder seolah dunia ikut membenci.

Kebiasaan beracun keenam yang harus dikendalikan adalah kebiasaan menghakimi orang lain, karena menunjukkan minimnya rasa empati dan niat untuk memahami.

Orang yang gemar atau senang menghakimi, umumnya merupakan sebuah proyeksi diri atau cerminan dari hubungannya dengan diri sendiri.

Baca Juga: 8 Pekerjaan yang Sering Dipandang Sepele namun Ternyata Memiliki Gaji Besar di Luar Negeri, Hingga 3 Digit, Loh!

Hubungan dengan diri sendiri yang baik akan melahirkan sikap dan rasa empati serta memahami, namun hubungan yang buruk akan mendatangkan kutuk, caci serta maki.

Hal beracun ketujuh yang perlu dikendalikan adalah rasa takut akan kegagalan, sehingga perlu dilawan dengan berani mencoba.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam