Hiburan

Tips Mengenali Kepribadian dari Cara Berjabat Tangan atau Salaman, Jangan Lakukan ini Kepada Orang Baru Dikenal

Oleh: Karseno AJ Kamis 11 Jul 2024, 17:15 WIB
Guna mengetahui gambaran umum tentang kepribadian seseorang, berikut adalah cara mengenalinya melalui cara berjabat tangan.

AYOJAKARTA.COM – Dalam berbagai situasi dan kesempatan, berjabat tangan atau salaman telah menjadi bagian penting dari proses interaksi.

Disamping menjadi salah satu cara menunjukan rasa hormat, berjabat tangan atau salaman juga merupakan ungkapan terimakasih.

Karena terlanjur dianggap hal biasa dan wajar, tidak banyak individu yang menyadari bahwa cara seseorang dalam berjabat tangan atau salaman memiliki nilai lebih mendalam.

Menjadi salah satu bentuk bahasa non verbal atau bahasa tubuh, berjabat tangan atau salaman dapat menjadi tolok ukur mengenali kepribadian seseorang.

Hal tersebut terjadi karena saat berjabatan tangan, sedikitnya terdapat dua individu dengan karakteristik dan kepribadian berbeda yang saling berinteraksi.

Individu yang memprakarsai atau mengajak berjabat tangan disebut Inisiator, sedangkan penyambut atau penerima dikenal dengan istilah Receiver.

Baca Juga: 4 Ide Usaha Sampingan yang Hasilkan Cuan Lebih Banyak dibanding Pekerjaan Utama: Karyawan, Mahasiswa, hingga IRT Bisa Coba!

Guna mengetahui gambaran umum tentang kepribadian seseorang, berikut adalah cara mengenalinya melalui cara berjabat tangan.

Pertama adalah Dominant dan Submissive Handshake, adalah posisi tangan Inisiator cenderung ingin berada di bagian atas Receiver saat berjabat tangan.

Selain terlihat dari posisi tangan, upaya mendominasi melalui tekanan dari Inisiator juga dapat menjadi pertimbangan yang hanya mampu dirasakan oleh Receiver.

Glove or Politician Handshake, adalah posisi berjabat tangan Inisiator yang memberikan dua tangannya kepada Receiver.

Baca Juga: Menyingkap Kepribadian Seseorang dari Pilihan Berliburnya, ke Pantai atau Gunung? Terbongkar Siapa Materialistis dan Romantis

Jabatan tangan yang biasa dilakukan oleh para politisi atau dua orang saling mengenal, merupakan cara untuk menegaskan nilai diri menyangkut kejujuran.

Menggunakan cara berjabat tangan semacam ini kepada orang baru dikenal, sering dianggap sebagai ungkapan adanya niat terselubung atau Ada Maunya.

Proper Handshake, adalah bentuk komunikasi non verbal yang dianggap paling seimbang karena memiliki kesamaan dan kesetaraan nilai diri.

Sebutan proper handshake juga disebabkan karena dalam posisi jabatan semacam ini akan membentuk garis yang vertikal atau setara.

Dead or Limp Fish Handshake, adalah posisi berjabat tangan yang ditandai gestur tanpa adanya tenaga dari salah satu pihak baik Inisiator atau Receiver.

Tangan yang lemah menunjukkan adanya kecenderungan berhati lemah lembut atau mudah dikendalikan.

Knuckle Grinder or Bone Crusher Handshake, atau mencengkram kuat-kuat adalah posisi berjabat tangan simbol ingin mendominasi.

Untuk menghadapi jenis individu semacam ini cukup dengan memberi respon melalui tatapan mata sebagai isyarat perlawanan dominasi.

Baca Juga: Tes IQ: Capek dengan Kerjaan? Coba Temukan 3 Perbedaan pada Gambar Pria Menerbangkan Drone, Uji Keterampilan Observasimu

Double handed Handshake atau berjabat tangan dengan kedua tangan, baik menyentuh pergelangan, pundak, siku, memiliki makna transmisi perasaan atau bentuk dukungan.

Melakukan jabat tangan jenis ini kepada orang baru dikenal, bisa dimaknai sebagai Sok Kenal Sok Dekat.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam