AYOJAKARTA.COM - Publik dibuat terkejut dengan berita penangkapan artis dan komedian Epy Kusnandar pada hari Jum'at, 10 Mei 2024.
Pemeran Kang Mus yang fenomenal dalam sinetron Preman Pensiun ini diduga telah melakukan pelanggaran hukum terkait penyalahgunaan narkoba.
Epy bersama teman dan juga pemeran tokoh Preman Pensiun lainnya berinisial RHY alias Yogi ditangkap oleh Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.
Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan Instagram @infobandungkota pada hari Jum'at, 10 Mei 2024, Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Indrawienny Panjiyoga membenarkan ada dua pemain sinetron Preman Pensiun berinisial EK dan RHY ditangkap atas kasus narkoba.
Baca Juga: Seleksi Mandiri UNPAD 2024 Sudah Dibuka, Ini Biaya UKT dan IPI Semua Jurusan Kuliah
Terkait jenis narkoba yang dikonsumsi dan kronologis penangkapan, pihak Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat belum dirinci secara detail.
Berita penangkapan Epy Kusnandar ini memang membuat publik penasaran karena dinilai sosok pemeran Kang Mus ini lama tidak muncul di layar kaca.
Lalu siapakah sosok Epy Kusnandar ini?
Nama Epy Kusnandar sangat fenomenal karena berhasil memerankan tokoh bernama Kang Mus di sinetron Preman Pensiun.
Pria kelahiran Garut, 1 Mei 1964. Saat ini Epy sudah malang melintang selama 28 tahun sebagai aktor dan komedian.
Karirnya melesat karena berhasil memerankan tokoh ikonik Kang Mus alias Muslihat di sinetron Preman Pensiun yang tayang perdana di tahun 2015 ini.
Setelah sinetron Preman Pensiun selesai tayang, perjalanan hidup Epy Kusnandar juga tidak luput dari perjuangan menyambung hidup.
Sosok yang dikenal dengan logat Sundanya ini sampai berjualan makanan di kantin Apartemen di daerah Jakarta Selatan.
Selain sosoknya yang pekerja keras, publik dibuat kagum atas kegigihannya sosok Epy dalam menjalani proses penyembuhan dari penyakit mematikan yaitu tumor otak.
Beberapa tahun yang lalu, Epy Kusnandar sempat divonis mengidap tumor otak dan tim medis pun memvonis pria 60 tahun ini hanya dapat bertahan hidup kurang lebih empat bulan.
Dengan tekat dan kegigihannya untuk sembuh, Epy berusaha mencoba berbagai alternatif penyembuhan mulai dari medis hingga alternatif.
Epy pun tidak melakukan prosedur bedah dan mengangkat tumor otak dan memilih melakukan pengobatan Tradisional dan alternatif secara rutin dan berkala.
Dua tahun berjuang untuk kesembuhan penyakit mematikan yang dideritanya, dengan menjalani hidup sehat maka tumornya lambat laun mengecil dan akhirnya dinyatakan sembuh. ***