AYOJAKARTA.COM - Artis sekaligus influencer ternama, Raffi Ahmad dituding lakukan dugaan tindak pencucian uang oleh Ketua NCW, Hanifa Sutrisna.
Hal tersebut menjadi bahan perbincangan publik dan influencer-influencer lain seperti rapper Young Lex.
Young Lex memberikan tanggapan yang cerdas terkait tudingan NCW soal dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh Raffi Ahmad.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Punya Mata Jeli? Temukan Kuda Nil Tersembunyi dalam Waktu 6 Detik!
Young Lex mengungkapkan bahwa hal tersebut adalah konsekuensi yang harus diterima oleh Raffi Ahmad selaku public figure.
Mengingat, nama Raffi Ahmad yang dikenal sebagai salah satu artis dan pengusaha yang sangat sukses dan terkenal.
"Ya itu sebenarnya konsekuensi yang harus kita sadar dari awal ya. Kalau ada konsekuensi seperti itu pasti Raffi orang yang pinter lah dan dia sadar," kata Young Lex, dikutip dari YouTube CumiCumi, Senin (5/2/2024).
Young Lex menyarankan agar Raffi Ahmad menanggulangi masalahnya dengan bijaksana.
"Ya dia (Raffi Ahmad) harus menanggulanginya dengan bijaksana kalau menurut gue sih." ujar Young Lex.
Ia juga berharap bahwa tuduhan yang dilayangkan kepada Raffi Ahmad dapat segera terselesaikan.
Mengingat, Raffi Ahmad adalah sosok yang baik dan selalu merespon telepon dari siapapun, menurut Young Lex.
Baca Juga: 10 Kota dengan Upah Paling Tinggi di Indonesia, Ternyata Nomor 1 Bukan Jakarta
"Gue juga kenal Aa gitu ya Aa orangnya baik banget. Dia nggak pernah nggak respons telepon orang gitu," ungkapnya.
Young Lex sendiri merasa tidak kaget dengan adanya tudingan tersebut kepada Raffi Ahmad.
Menurutnya, sudah menjadi hukum lam apabila seseorang yang sukses pasti ada saja yang tidak suka.
"Gak (kaget) sih. Pada umumnya pada nature-nya pada alamiahnya orang yang sukses pada bidang apapun ada aja yang cemburu kok," kata Young Lex.
Ketika ditanya pendapat apakah tuduhan kepada Raffi Ahmad benar atau tidak, Young Lex memberikan jawaban yang bijaksana.
Menurutnya, kebenaran harus diungkapkan dengena melakukan investigasi. Statement benar atau salah tidak bisa memakai perasaan.
"Bener apa nggak jangan pakai rasa-rasa lah kan harus dibuktiin juga," tandasnya.***