AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini Inul Daratista tengah mencuri perhatian publik karena protes terhadap kenaikan pajak industri hiburan.
Selain itu, ia juga merasa kaget karena disebut sebagai orang terkaya ke-5 di Indonesia oleh orang pajak.
Namun, Inul Daratista menolak disebut masuk daftar orang terkaya di Indonesia karena sang pedangdut itu merasa tidak cocok dibandingkan konglomerat besar lainya.
"Saya heran sama orang pajak tuh ya, lima terkaya seorang artis seperti saya, padahal lima orang terkaya kayak mohon maaf nih ya kayak yang punya usaha rokok kek apa itu kan duitnya udah triliunan ya," ungkap Inul Daratista yang dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier.
Menurutnya, predikat itu tidak masuk akal lantaran penghasilan utama dirinya adalah seorang penyanyi.
“Lah kok saya masuk di jajaran lima besar itu loh. Loh, saya ini apalah seorang Inul Daratista yang penghasilannya cuman nyanyi,” imbuhnya.
Wanita berusia 45 tahun itu pun merasa heran terkait perbandingannya karena menurutnya itu tak masuk akal.
Istri Adam Suseno itu menganggap akan lebih masuk akal jika dirinya dibandingkan dengan sesama artis, daripada dibandingkan dengan pengusaha konglomerat yang memiliki kekayaan mencapai triliunan.
“(kalau dibandingkan dengan sesama artis) masih masuk akal, bisnisnya ya mungkin aku gak tau kan gede lah. Saya heran sama orang pajak, mohon maaf nih ya orang pajak,” kata Inul lagi.
Baca Juga: HORE! Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Bakal Cair 10 Februari 2024? Simak Dulu Penjelasannya
Hal itu yang membuat pedangdut itu tak senang ketika dirinya disebut sebagai salah satu dari lima orang terkaya di Indonesia.
“Aku gak nyindir ya, cuman lu kalo acuannya aku dicompare sama si anu si anu gapapa, lah dicomparenya sama lah aku heran duitnya triliunan yang punya rokok gede-gede terus yang punya bank gede-gede tuh aku apanya?" pungkasnya.
Seperti diketahui saat ini ada kenaikan pajak di industri hiburan dan wisata 40 sampai 70 persen terhadap industru hiburan.
Hal itulah yang membuat Inul murka karena dianggap dapat mematikan usahanya.***