Hiburan

Kritik Pedas Komika Pandji Pragiwaksono untuk Kubu 01, 02, dan 03, Blak-blakan Golput?

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Rabu 24 Jan 2024, 06:02 WIB
Komika Pandji Pragiwaksono

AYOJAKARTA.COM - Komika Pandji Pragiwaksono mengungkapkan keritik pedasnya terhadap kubu 01, 02, dan 03 dalam Pilpres 2024.

Hal itu disampaikannya dalam channel YouTube dr. Richard Lee yang ditayangkan pada Senin 22 Januari 2024.

Kubu 01

Pandji mengatakan bahwa dia tidak suka dengan kubu 01 karena menggunakan jabatan gubernur sebagai batu loncatan untuk menjadi presiden.

Hal ini, menurut Pandji, akan membuat orang lain juga akan melakukan hal yang sama.

"Kalau Anies menang, orang akan terus pakai jabatan gubernur untuk batu loncatan. Selama Gubernur selalu jadi batu loncatan untuk jadi presiden kasihan. Ngebangun Jakarta susah banget," kata Pandji.

Baca Juga: 7 Musuh Terberat dalam Diri Manusia Wajib Dikenali Bahkan Dikendalikan, Ego Nomor 1!

Kubu 02

Pandji mengatakan bahwa dia sebal dengan kubu 02 karena di akhir masa jabatannya Joko Widodo justru kental membangun dinasti politik.

"Gua sebel 02 karena cara yang Pak Jokowi ambil untuk memajukan ini jelek sekali. Cara ngebangun dinasti," kata Pandji.

"Kalau Pak Jokowi kecewa karena dia jadi korban dinasti soekarnoisme solusinya jangan bikin dinasti lagi dong," lanjutnya.

Soal membangun dinasti politik ini, Pandji menggarisbawahi bagaimana anaknya Jokowi, Kaseang Pangarep yang baru dua hari menjadi anggota PSI langsung menempati jabatan Ketua Umum.

"Hal yang paling gua kesal, mau itu Kaesang, mau itu Gibran, mau itu Pak Jokowi, semuanya ngomong gini. Ini bukan dinasti, ini demokrasi, kan dipilih kan rakyat. Semua juga tahu itu. Ketika kita bilang dinasti, inilah bentuk dinasti di negara demokrasi. Kayak gini bentuknya," jelasnya.

Dia juga mengeritik sikap Jokowi yang terang-terangan memihak salah satu capres dengan makan bersama di sebuah restoran

Baca Juga: Sebut Kerja Mahfud MD Tak Beres hingga Desak Mundur dari Menkopolhukam, Alvin Lim: Terlalu Ambisi di Politik

Kubu 03

Pandji mengatakan bahwa dia tidak mau kubu 03 menang karena dia capek melihat presiden yang diperlakukan sembarangan oleh partai politik.

"Gua enggak mau 03 menang karena gua capek ngelihat presiden duduk di depan pimpinan partai terus pimpinan partainya Pak Ganjar kalau enggak ada PDIP kasihan deh lu," kata Pandji.

Pandji mengatakan bahwa dia tidak mau melihat presiden yang tidak memiliki kedaulatan. Dia menambahkan bahwa pilihan presiden harus bebas dari pengaruh pimpinan partai.

"Mau punya presiden masih digituin, ya pilih Ganjar," kata Pandji.

Dari semua pilihan tersebut, Pandji mengaku belum mempertimbangkan siapa yang akan dia pilih dalam Pilpres 2024 yang akan digelar pada 14 Februari 2024.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Jinan Vania Barizky