Hiburan

Ray Sahetapy Berpulang, Indonesia Kehilangan Aktor Senior Peraih Tujuh Nominasi Piala Citra

Oleh: Fina Salsabila Aura Kamis 03 Apr 2025, 10:40 WIB
Ray Sahetapy meninggal dunia

AYOJAKARTA.COM - Dunia hiburan Indonesia kembali berduka dengan kabar meninggalnya aktor senior Ray Sahetapy.

Kabar duka ini tersiar pada Senin, 1 April 2025, setelah Ray Sahetapy menghembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada usia 68 tahun.

Sebelum meninggal dunia, Ray diketahui telah berjuang melawan berbagai komplikasi penyakit selama beberapa tahun terakhir.

Kesehatan Ray mulai mendapat perhatian publik ketika putranya, Rama Sahetapy, mengunggah foto bersama sang ayah di media sosial sambil meminta doa dari masyarakat agar kondisi sang aktor legendaris ini dapat membaik.

Baca Juga: Ini Nih Daftar HP Android dengan Kamera 0,5 Mirip iPhone, Ada Redmi sampai POCO

"Papa sedang berjuang melawan sakit," tulis Rama saat itu, membuat penggemar Ray turut mendoakan kesembuhannya.

Selama masa sakitnya, Ray menjalani perawatan intensif dan rawat jalan dengan pendampingan dari keluarga terdekatnya.

Berdasarkan keterangan dari adiknya, Charly Sahetapy, Ray mengalami komplikasi beberapa penyakit, termasuk diabetes yang dideritanya sejak 2017, stroke yang menyebabkan gangguan kognitif signifikan, serta masalah paru-paru akibat tersedak parah yang membuatnya harus dirawat intensif.

Stroke yang dialaminya menyebabkan penyempitan pembuluh darah di otak bagian kiri yang memengaruhi kemampuan berbahasa, membuatnya kesulitan berbicara dan menulis dalam kesehariannya.

Baca Juga: Nyadar Gak Kalau Vibrasi Idul Fitri 1446 H Terasa Mulai Hambar? Duta Digital Ungkap Alasan Suasana Lebaran Makin Pudar

Ray Sahetapy, yang lahir di Sulawesi Tengah pada 1 Januari 1957, telah menjadi salah satu aktor paling disegani di industri film Indonesia.

Perjalanan kariernya dimulai setelah ia menyelesaikan pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1977, satu angkatan dengan aktor senior lainnya, Didi Petet.

Film perdananya berjudul "Gadis" yang dirilis pada tahun 1980 di bawah arahan sutradara N. Abbas Akup, dan dalam film ini pula ia bertemu dengan Dewi Yull yang kemudian menjadi istri pertamanya.

Sepanjang kariernya yang cemerlang, Ray dikenal melalui penampilannya yang mengesankan dalam berbagai film drama berkualitas, seperti "Ponirah Terpidana" (1983), "Tatkala Mimpi Berakhir" (1987), dan "Jangan Bilang Siapa-siapa" (1990).

Prestasinya dalam dunia perfilman Indonesia sangat luar biasa dengan tujuh kali masuk nominasi untuk Piala Citra di Festival Film Indonesia, dengan enam di antaranya untuk kategori Aktor Terbaik.

Ray bahkan memegang rekor sebagai aktor dengan nominasi terbanyak dalam kategori tersebut tanpa pernah memenangkannya, suatu pencapaian yang menunjukkan konsistensi kualitas aktingnya selama bertahun-tahun.

Salah satu film yang membawanya masuk nominasi adalah "Nusa Penida" yang tayang pada tahun 1988, yang mengantarkannya ke nominasi Aktor Terbaik di Festival Film Indonesia tahun 1989.

Menurut rencana, pemakaman Ray Sahetapy akan dilaksanakan pada hari Jumat setelah seluruh anaknya berkumpul.

Baca Juga: BLT Dana Desa Rp600.000 Dipercepat, Pemerintah Prioritaskan Pencairan Mulai Hari Ini!

Charly Sahetapy, adik Ray, menjelaskan bahwa keluarga menunggu kedatangan Suraya, salah satu anak Ray yang tinggal di Amerika, sebelum melakukan prosesi pemakaman.

"Untuk pemakamannya sendiri Jumat. Anak-anak udah sudah berkumpul, tadi malam sudah. Anaknya empat ya, Diska sudah meninggal, Rama tadi malam datang, terus yang Suraya ada di Amerika. Mereka menunggu Suraya ini, jadi hari Kamis malam datang, Jumat dimakamkan," jelas Charly.

Menariknya, meskipun Ray sebenarnya memiliki wasiat untuk dimakamkan di makam keluarga Sahetapi-Nelwan di Sulawesi, untuk sementara ia akan dimakamkan di Jakarta sesuai keinginan anak-anaknya.

Charly mengungkapkan, "Kita punya keluarga Sahetapi-Nelwan. Kalau dalam Nelwan itu Manado, Sahetapi Ambon. Ada makam khusus kita ada di sana dari kakek nenek saya, kemudian Ayah Ibu saya di situ. Dia minta juga di situ dan saya nanti akan kembali di situ."

Baca Juga: Daftar HP Murah di Bawah 1 Juta tapi Spek Tinggi untuk Gaming

Namun, keluarga menghormati keinginan anak-anak Ray untuk sementara waktu, dengan rencana memindahkan makam ke Sulawesi dalam jangka waktu satu hingga dua tahun mendatang, sesuai dengan amanah Ray semasa hidupnya.

Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan duka mendalam bagi industri film Indonesia, meninggalkan warisan karya-karya bermutu dan prestasi akting yang akan selalu dikenang sebagai salah satu aktor terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Desi Kris