AYOJAKARTA.COM - Menjadi ramai diperbincangkan, obrolan Tio Pakusadewo dengan Uya Kuya terkait pembahasan paket 18 juta yang beredar di rumah tahanan.
Tio Pakusadewo membeberkan terkait paket 18 juta yang ia ketahui selama menjadi narapidana sebagaimana dikutip Ayojakarta.com dari YouTube TRANS TV official, Sabtu (6/5/2023).
"Paket yang 18 juta itu, kalau kita sakit, pura-pura sakit atau sakit beneran kita bisa pindah dari kamar ke ruang rumah sakit yang ada di depan, Pengayoman nama rumah sakitnya," ungkap Tio Pakusadewo.
"Paket 18 juta itu kita bisa nginep beberapa hari di rumah sakit, (tempatnya) nempel sama lapas, dua apa tiga malem lupa," sambungnya.
Baca Juga: Soal Borok Penjara yang Dibongkar Tio Pakusadewo, Uya Kuya Ngaku Dihubungi 19 Sosok Penting: Nyuruh Take Down!
Tio Pakusadewo menyebutkan fasilitas yang didapat dari paket 18 juta itu yang ia ketahui dari rekan-rekannya.
"Tidur yang nyaman, ada yang bisa datang, bebas dibesuk istrinya, pacarnya, ada tv, (kulkas) ada, saya enggak pernah masuk, berdasarkan cerita teman-teman yang didalam," ujar Tio Pakusadewo.
Tio Pakusadewo juga menjelaskan maksud dan tujuannya dengan Uya Kuya menceritakan tentang paket 18 juta itu yang menurutnya hanya sharing.
"Saya sama Uya, kita ini hanya sharing pengalaman saya di dalam, bukan bertujuan untuk menghantam sebuah institusi atau menunjuk beberapa orang yang harus bertanggung jawab terhadap itu, kalaupun ada itu oknum, (tujuannya) sharing aja," jelas Tio Pakusadewo.
Baca Juga: Makin Panas! Yamitema Laoly Mendadak Jadi Sorotan Publik karena Alasan Politik? Uya: Saya Punya Integritas
Begitupun dengan Uya Kuya, alasan ia memposting pembahasannya itu bertujuan agar bermanfaat bagi institusi terkait untuk melakukan bersih-bersih.
"Kalau kita enggak posting, nanti enggak bisa jadi bahan masukan instansi terkait, institusi terkait untuk bersih-bersih," ungkap Uya Kuya.
Uya Kuya pun menjelaskan bahwa dirinya telah menggeluti pembahasan seperti hal-hal tersebut sudah dua tahun terakhir.
"Sebenarnya saya sudah membahas hal-hal gini itu udah dua tahun terakhir, dari institusi manapun, tapi banyak juga beberapa pejabat-pejabat dan institusi yang saya bicarakan oknumnya," jelas Uya Kuya.
"Menghubungi saya untuk bersinergi dan berkoordinasi untuk menyelesaikan hal itu, tapi ada juga beberapa yang marah-marah, (yang minta takedown kontennya) banyak banget," lanjutnya.
Baca Juga: Podcast dengan Tio Pakusadewo Soal Bisnis Monopoli di Lapas Jadi Sorotan, Uya Kuya: Saya Tak Bisa Dibeli
Bahkan Uya Kuya sampai menghitung orang-orang yang gerak cepat merespons atau memberikan tanggapan atau sanggahan kepada postingannya kemarin.
"Yang ini, yang kemarin, saya hitungin selama tiga hari ada 19 orang penting di negeri ini yang hubungin saya, buat ngajak ngobrol, tapi ada juga yang nyuruh take down," ungkap Uya Kuya.
"Ada yang ngobrol dia bilang enggak usah di take down karena ini buat kebaikan. Ada juga yang bilang suruh minta maaf, saya bilang minta maaf sama siapa, saya enggak mau," sambungnya.
Namun kabarnya banyak media yang menyampaikan atau menyebarkan topik pembahasan dari Uya Kuya dan Tio Pakusadewo dalam makna yang berbeda.
Baca Juga: Uya Kuya Cerita Putrinya Mau Kerja Part Time Jadi Tukang Cuci Piring, Netizen Salut dan Beri Pujian Begini...
Tio Pakusadewo pun memberikan klarifikasi bahwa banyak media yang melintir memberitakan kembali topik tersebut, diduga ada perbedaan dari yang ia ceritakan.
"Apa yang kita omongin kemarin banyak sampai ke media, dan medianya melintir, jadi kacau, kita enggak bicara ada pejabat yang ngontrol mengenai narkoba," ungkap Tio Pakusadewo.
"Enggak itu, bukan itu, kita enggak bahas itu, enggak sebut namanya, tidak menyebut institusi," sambungnya.
Baca Juga: Khawatir Cinta Kuya Sempat Kecelakaan di Amerika Serikat, Uya Kuya: Aku Pura-pura Kuat, Gak Bisa Jauh Darimu
Namun Tio Pakusadewo membenarkan terkait peredaran narkoba yang terjadi di dalam rumah tahanan, karena ia sendiri pun menikmatinya.
"Memang benar ada peredaran narkoba di dalam, itu dilakukan oleh napi. Saya beli saya pake, makanya saya di masukin sel tikus," ungkap Tio Pakusadewo.***