AYOJAKARTA.COM - Rizky Billar suami Lesti Kejora untuk pertama kalinya muncul mengungkap bagaimana kasus KDRT yang sempat menghebohkan publik.
Seperti diketahui Rizky Billar sempat dilaporkan oleh Lesti Kejora atas tindakannya melakukan KDRT.
Imbas dari KDRT kepada Lesti Kejora, Rizky Billar mengaku banyak pelajaran yang ia terima.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada Jumat 10 Maret 2023, suami Lesti Kejora itu secara terang-terangan mengaku dijauhi oleh banyak rekannya setelah kasus tersebut viral.
Baca Juga: Rizky Billar Kembali Berulah, Kini Ledek Lesti Kejora Korban KDRT Sebagai Bahan Candaan
Ia mengatakan bahwa banyak temannya yang menjauhinya bahkan sampai memberi sindirian untuknya.
Ayah satu anak ini mengaku mengalami perbedaan dari sebelum adanya kasus hingga setelah kasus itu ada.
Sebelum adanya kasus KDRT, ia mengatakan bahwa banyak teman yang mendekatinya dan berbanding terbalik usai adanya kasus tersebut.
“Dulu gua merasa seperti gula nih, banyak semut yang dateng, tapi setelah di saat itu gua kemarin berasa garam, bahkan ularpun nggak mau mendekat sama gua kemarin gua ngerasa di posisi itu,” kata Rizky Billar.
Baca Juga: Tanpa Rasa Bersalah Rizky Billar Buat CandaanSentisif Tentang Lesti Kejora, Soal KDRT?
Secara pribadi pria beranak satu ini mengaku memiliki kekhawatiran dalam batinnya.
Ia mengaku khawatir tidak dapat menjadi contoh yang baik untuk keluarga kecilnya itu.
Menengok ke belakang, Rizky Billar mengaku telah menyadari satu hal di balik adanya kasus kekerasan itu.
Dibanding sekarang, ia merasa bahwa dulu terlalu ambisius dalam bekerja hingga tak punya waktu untuk berinteraksi dengan anak dan istrinya.
Baca Juga: Rizky Billar Dituding Setres? Usai Jadikan KDRT Sang Istri Lesti Kejora Jadi Guyonan
Kesibukannya yang terus-menerus dijalani membuat ia sampai lupa menjalin komunikasi yang baik dengan anak istrinya.
“Justru gua dulu itu kan terlalu ambisi, banyak orang nggak tahu sisi lain dari gua adalah gua terlalu workaholic saat itu, sampai-sampai gua lupa untuk interaksi sama istri gua pun jarang pada saat itu,” ujarnya.
Pada akhirnya ia sadar bahwa yang dibutuhkan istrinya adalah bentuk perhatian dan kasih sayangnya.
“Ini gua sadar bahwa Lesti kalau mengukur kebahagiaannya bukan dalam gua selalu ngasih dia hadiah, love languagenya bukan pemberian tapi love languagenya adalah perhatian, sentuhan kasih sayang,” ujarnya.***