AYOJAKARTA.COM---Belum lama ini Diva Kondang Indonesia, Titi DJ menghebohkan publik terkait operasi plastik yang telah ia lakukan dan disebut-sebut mirip Lucinta Luna.
Pasca operasi plastik yang ia lakukan, berjuta mata tertuju padanya. Pasalnya ia terlihat begitu cantik dan awet muda. Sama sekali wajahnya tidak terlihat sesuai dengan usia aslinya 56 tahun.
Titi DJ adalah seorang mualaf. Diakuinya pertama kali Titi DJ mengenal agama Islam yaitu saat berada pada jenjang Sekolah Dasar, saat itu dirinya masih non muslim.
Baca Juga: Anaknya Dekat dengan Boy William, Ibunda Ayu Ting Ting Berharap Punya Cucu Lagi, Sudah Dapat Restu?
“Waktu SD ada pelajaran agama islam kan, yang non islam atau non muslim boleh keluar ruangan atau duduk di dalam. Nah, saya waktu kecil aduh ngapain ya di luar panas. Mendingan di dalam aja. Yaudah di dalam itu dengerin pelajarannya. Terus ngafalin Al fatihah, ‘Bismillahirohmanirohim’ hafal, sampai hafal padahal saat itu belum jadi muslim” ujar Titi DJ Dikutip Ayojakarta.com dari Instagram lambegosiip pada (11/2/2023).
Titi DJ menyebutkan bahwa dirinya sudah hafal Al fatihah sejak ia berada di Sekolah Dasar itu karena dirinya mengikuti pelajaran Agama Islam.
Ketika dirinya beranjak dewasa setiap kali mendengar suara adzan ia merasa adem, merdu dan enak untuk didengar.
Baca Juga: Ayu Ting Ting dan Boy William Ternyata Mereka Sama-sama Suka 100 Persen?
“Udah mulai besar, kalo mendengar suara adzan kok enak ya, kok kayanya adem gitu, merdu gitu.” tutur Titi
Hingga akhirnya saat itu ia bertemu dengan sosok yang saat ini menjadi mantan suaminya Bucek Depp, dan berencana mau menikah.
Sebelum menikah Titi DJ meminta kepada mantan suaminya Bucek, ia mengungkapkan bahwa dirinya ingin masuk islam.
Sontak mantan suaminya Bucek pun seperti tak menyangka karena Bucek sama sekali tidak meminta Titi untuk berpindah agama.
Baca Juga: Titi DJ Bagikan Video Mencopot Rambut Wignya, Warganet Komentar : Kirain Rambut Asli Slama Ini!
Titi DJ menyebutkan bahwa keinginan untuk menjadi mualaf ialah karena keinginan sendiri.
Ketika ditanya tentang bagaimana saat membaca syahadat, baginya saat membaca syahadat terasa sakral dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Diakuinya bahwa meskipun saat itu ia masih muda tetapi merasa bahwa ini adalah pilihan hidup.***