AYOJAKARTA.COM – Sosok parapsikolog Hard Gumay kembali mengungkapkan penerawangannya mengenai kondisi Indonesia pada tahun 2023 ini.
Hard Gumay merupakan seorang dengan kemampuan penerawangan yang cukup terkenal di Indonesia.
Entah secara kebetulan atau tidak, namun ramalan yang dibeberkan oleh Hard Gumay kerap menjadi kenyataan.
Terbaru saat dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @yuhu_caritahu pada (1/1/23), Hard Gumay menuturkan hasil penerawangannya mengenai bencana alam yang akan kembali terjadi di Indonesia pada tahun 2023 ini.
Saat itu Hard Gumay tengah hadir dalam sebuah acara tahun baru yang digelar oleh stasiun TV Indosiar.
Baca Juga: Beberapa Kali Diguncang Gempa, Benarkah Sulawesi Akan Diterjang Tsunami Sesuai Ramalan Hard Gumay?
Dalam penerawangannya, Hard Gumay kembali melihat unsur air dan ombak besar pada tahun 2023 ini.
“2023 Indonesia hati-hati waspada unsur air, air lautan ombak besar menyentuh daratan besar,” ujar Hard Gumay.
Hard Gumay kemudian menuturkan hasil penerawangannya terkait wilayah mana saja di Indonesia yang akan diterjang ombak besar tersebut.
“Eee Pulau Sulawesi, Manado, Makassar, dan ada satu desa kecil di Sulawesi Utara,” ungkap Hard Gumay.
Namun meski dalam prediksinya ia melihat akan terjadinya bencana alam tsunami, namun Hard Gumay berharap seperti berikut.
Baca Juga: Update Gempa Bumi M 7.5 Maluku Tenggara Barat, Peringatan Dini Tsunami Telah Dicabut
“Tapi saya berharap semoga bala musibah bencana ini tidak terjadi aamiin insya Allah,” harap Hard Gumay.
Namun selain di wilayah bagian utara Indonesia, Hard Gumay juga melihat dalam penerawangannya provinsi berikut juga diprediksi berpotensi diterjang bencana yang sama.
“Saya juga melihat di ee bahkan ini dekat dengan tanah kelahiran saya Sumatera ujung paling selatan perbatasan dengan Banten waspada Pulau Bangka Belitung waspada,” jelas Hard Gumay.
“Di Sumatera ada yang saya tangkap sejak beberapa Minggu ke belakang Sumatera Barat, Padang, air tapi saya berdoa semoga Allah kasih semua yang baik-baik dan bala musibah dijauhkan,” pungkas Hard Gumay. ***