AYOJAKARTA.COM----Korban tragedi perayaan Hallowen di Itaweon, Seoul, Korea Selatan kembali bertambah.
Kini, jumlah korban dilaporkan bertambah menjadi 151 jiwa, 15 diantaranya adalah warga negara asing.
Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui KoreaBoo.com, pada pukul 9:40 pagi (KST) total korban yang tewas mencapai 151 orang, yang sebelumnya 140 orang.
Baca Juga: Buntut Insiden Perayaan Halloween Tragis yang Terjadi di Itaewon, SMTOWN WONDERLAND 2022 Dibatalkan!
Dari 151 korban yang tewas, setidaknya ada 15 orang yang teridentifikasi sebagai warga negara asing dari China, Iran, Uzbekistan, Norwegia dan negara lainnya.
Tak hanya itu, Korea Boo juga melaporkan bahwa ada 82 orang yang masih dirawat di rumah sakit, di mana 19 orangnya mengalami kritis.
Tragedi Halloween Night Itaewon terjadi saat malam perayaan Halloween yang jatuh pada 31 Oktober.
Itaewon sendiri menjadi salah satu pusat kota di Seoul yang sering dijadikan tempat untuk merayakan malam Halloween.
Tak hanya warga Korea, orang asing pun ikut berkumpul di Itaweon.
Baca Juga: Perayaan Hallowen yang Berujung Tragedi Mengerikan di Itaewon Korea Selatan, Begini Kronologinya!
Namun, pasca pandemi datang, Itaewon tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas yang mengumpulkan banyak massa seperti pesta Halloween.
Kini, setelah pandemi hampir berakhir, Itaewon kembali ditunjuk sebagai tempat untuk merayakan pesta Halloween.
Malam itu menjadi malam perayaan terbesar usai pandemi berakhir.
Baca Juga: Tragedi Halloween Itaewon Tewaskan 149 Orang, Warga Twitter Ini Sebut Gegara AstraZeneca, Benarkah?
Masyarakat yang turut ikut dalam merayakan Hallowen di Itaewon terus berdatangan, baik warga Korea maupun warga negara asing.
Mereka pun terlihat tidak menggunakan masker dan menjaga jarak.
Baca Juga: Breaking News! Tragedi Itaewon Tewaskan 140 Orang Saat Rayakan Halloween, Ini Penyebabnya
Banyaknya masyarakat yang berkumpul tercatat sebanyak 100 ribu orang.
Hal ini menjadi salah satu penyebab kepadatan di jalan-jalan sempit Itaewon yang mengakibatkan banyak korban mengalami sesak napas, lemas, bahkan serangan jantung.