AYOJAKARTA.COM – Kabar terjadinya kudeta terhadap Presiden China Xi Jinping hingga kini belum mendapat verifikasi lebih lanjut dari berbagai media China.
Mantan pejabat Departemen Pertahanan untuk China, Taiwan, dan Mongolia, Drew Thompson memberikan tanggapan terkait hal tersebut.
Dirinya menggambarkan desas-desus tersebut sebagai kebohongan belaka.
"Rumor bahwa Xi Jinping telah ditangkap memiliki alasan karena ini adalah momen politik yang sensitif di China,” tulis Thompson dalam akun medsosnya yang diunggah pada Sabtu, 24 September 2022.
Sementara itu Gordon Chang, seorang ahli tentang China dan penulis buku, The Coming Collapse of China, memberikan tanggapan dalam Twitter-nya pada hari Sabtu.
"Berkurangnya berita dari China selama beberapa jam terakhir menunjukkan bahwa rumor kudeta tidak benar, tetapi apapun yang terjadi di dalam militer China selama tiga hari terakhir, ternyata sesuatu yang tidak biasa terjadi, memberitahu kami bahwa ada turbulensi di dalam kepemimpinan senior PKC,” ujar Gordon.
Rumor kudeta terhadap Presiden China Xi Jinping semakin diragukan. Para ahli tampaknya meyakini Xi masih memegang kendali terlepas dari rumor yang viral di media sosial.
Pada akhir pekan, nama Xi Jinping menjadi trending topic di Twitter. Muncul desas-desus bahwa Xi digulingkan dan menjadi tahanan rumah setelah kembali dari KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan.
Namun hingga kini belum ada verifikasi mengenai hal terkait Xi Jinping yang berada di bawah tahanan rumah dan terkait Kudeta Militer tersebut.
Baca Juga: Cara Agar WhatsApp Terlihat Offline, Mudah Banget Tanpa Ketahuan Online di WA
Dilansir Newsweek, di antara rumor yang beredar adalah bahwa Li Qiaoming, seorang jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), militer China, telah menggantikan Xi.
Li lahir pada 1961 dan dipromosikan sebagai jenderal, pangkat tertinggi PLA, pada 2019, menurut stasiun televisi India OdishaTV.
Li juga anggota komite pusat Partai Komunis China (PKC).
Menurut outlet berita Nikkei Asia, Li telah dianggap sebagai pesaing untuk melayani sebagai anggota Komisi Militer Pusat China, sebuah panel dengan otoritas atas keputusan militer.
Nikkei Asia melaporkan bahwa Li menulis artikel yang selaras dengan Xi, yang ingin meningkatkan kontrol partai komunis atas tentara.
Baca Juga: Profil Surya Manurung Sang Suami Gadis Cantik Shasa Puspita Dewi: Pekerjaan hingga Orang Tua
"Uni Soviet runtuh karena partai tidak memiliki tentara sendiri," kata artikel Li, menurut outlet tersebut.
Akun Twitter India tampaknya secara mencolok mempromosikan desas-desus tentang Xi.
Desas-desus bahwa Xi telah digulingkan didorong oleh politisi India Subramanian Swamy, yang mencuit pada Sabtu, 24 September 2022.
“Ketika Xi berada di Samarkand baru-baru ini, para pemimpin Partai Komunis China seharusnya telah mencopot Xi dari penanggung jawab Angkatan Darat Partai. Kemudian Diikuti tahanan rumah. Begitu rumor yang beredar," tambahnya.
Pekan lalu, Xi menghadiri pertemuan puncak para pemimpin Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, dan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.***