AYOJAKARTA.COM - Pemimpin Thailand dan Kamboja dijadwalkan akan bertemu di Malaysia untuk merundingkan sengketa perbatasan yang mematikan.
Pertemuan mediasi ini akan dipimpin oleh Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai dan dihadiri oleh Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet.
Malaysia akan menjadi mediator karena saat ini sedang memimpin ASEAN. Ketegangan Thailand dan Kamboja makin meningkat usai kedua negara saling baku tembak di perbatasan.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, sebelumnya telah mengusulkan gencatan senjata. Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump memperingatkan kedua negara akan menangguhkan perjanjian perdagangan AS jika permusuhan kedua negara masih berlanjut.
Trump meyakini bahwa mediasi di Malaysia akan mengarah pada de-eskalasi meskipun serangan artileri masih terjadi.
Meski para pemimpin kedua negara setuju melakukan pembahasan gencatan senjata, serangan demi serangan masih berlanjut hingga Minggu kemarin.
Konflik ini diketahui telah menewaskan lebih dari 30 orang dalam empat hari. Korban adalah warga sipil dari kedua negara.
Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Jakarta 28 Juli 2025
Ada lebih dari 200 ribu orang yang dievakuasi dari wilayah perbatasan. Kamboja mendukung seruan gencatan senjata segera dari Trump.
Sementara itu, Thailand menolak bicara jika Kamboja masih menyerang dan menargetkan warga sipilnya. Demikian informasi terbaru konflik Thailand dan Kamboja yang akan bertemu di Malaysia bahas gencatan senjata.***