SWISS, AYOJAKARTA-- Tentara di Angkatan Darat Swiss telah dilarang menggunakan aplikasi pesan Whatsapp, Telegram, dan Signal saat bertugas.
Komandan tentara Swiss dan kepala staf disarankan pada Desember melalui surel dari markas besar untuk memastikan pasukan beralih menggunakan aplikasi pesan terenkripsi Threema.
Aplikasi berkirim pesan itu berbasis di Swiss.
Baca Juga: WhatsApp Tambah Fitur Baru, Teruskan Stiker tanpa Unduh
Mengutip dari Sputniknews melalui Republika Senin (10/1/2022) tentara Swiss dilaporkan akan menanggung biaya pengunduhan aplikasi pengiriman pesan yang akan digunakan oleh tentara.
Juru Bicara Angkatan Darat Swiss Daniel Reist dilaporkan mengonfirmasi bahwa rekomendasi tersebut berlaku untuk semua orang, termasuk wajib militer dan mereka yang kembali ke tentara untuk kursus penyegaran.
Tentara Swiss juga diharapkan menanggung biaya pengunduhan Threema, yang berjumlah empat franc Swiss.
Lapor swissinfo menyatakan, keputusan pelarangan penggunaan beberapa aplikasi pesan itu karena kemampuan pihak berwenang di Amerika Serikat (AS) untuk mengakses data yang disimpan oleh perusahaan yang berada di bawah yurisdiksinya, seperti yang dijelaskan dalam US Cloud Act.
Baca Juga: Deretan HP yang Tak BIsa Lagi Gunakan Whatsapp Mulai 1 November 2021
Undang-undang itu mewajibkan penyedia layanan di bawah yurisdiksi AS untuk mematuhi perintah penggeledahan, di manapun server berada.
Sedangkan Threema berbasis di Swiss sehingga aplikasi itu tidak berkewajiban untuk menanggapi surat perintah penggeledahan tersebut.
Baca Juga: BSU 2021, Begini Cara Cek Status Penerima Lewat WhatsApp
Threema juga beroperasi sesuai dengan GDPR (Peraturan Perlindungan Data Umum) Uni Eropa.