SYDNEY, AYOJAKARTA – Pemerintah Australia melonggarkan perbatasan negaranya setelah lebih dari satu tahun sejak Maret 2020 menutup perbatasan akibat pandemi Covid-19. Namun, pelonggaran perbatasan itu hanya akan dilakukan di Kota Sydney.
Sydney akan mengizinkan para pelancong dari luar negeri yang telah melakukan vaksinasi penuh untuk masuk ke kota itu tanpa melakukan karantina. Kebijakan ini akan berlaku mulai 1 November 2021.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan ketika capaian vaksinasi di negara bagian New South Wales sudah mencapai 80% untuk dosis pertama. Langkah ini diperkirakan akan diikuti oleh negara-negara bagian lain di Australia.
“Kami perlu bergabung kembali dengan dunia. Kami tidak bisa tinggal di sini. Kami harus terbuka,” kata Perdana Menteri New South Wales Dominic Perrottet dilansir dari metro.us, Jumat 15 Oktober 2021.
Adapun pelonggaran untuk masuk ke Kota Sydney tanpa karantina itu hanya diberlakukan untuk warga negara Australia di luar negeri dan penduduk tetap atau orang tua dari warga negara Australia yang saat ini berada di negara lain.
Banyak dari mereka yang terpaksa menunda kepulangan ke Australia karena pembatasan pelancong. Pemerintah Australia berharap, dengan adanya kebijakan ini, mereka dapat kembali ke Australia melalui Kota Sydney.
Sebelumnya, Perrottet bahkan juga menyampaikan bahwa New South Wales akan membuka seluruh kedatangan dari luar negeri. Namun ide tersebut langsung mendapat penolakan oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison, yang dengan tegas mengatakan pemerintahnya akan tetap berpegang teguh hanya membuka perbatasan negara untuk warga negara Australia dan penduduk tetapnya yang mempunyai izin tinggal.
“Ini tentang penduduk dan warga negara Australia terlebih dahulu. Pemerintah Persemakmuran tidak membuat keputusan untuk mengizinkan pemegang visa lain datang ke Australia di bawah pengaturan ini,” kata Morrison kepada wartawan di Sydney.