Internasional

Apple Membelot! Ini Alasan di Balik Keengganan Perusahaan Teknologi AS dalam Berinvestasi di Indonesia

Oleh: Fina Salsabila Aura Selasa 17 Des 2024, 07:02 WIB
Investasi Apple di Indonesia sedang menghadapi tantangan kompleks terkait kesiapan ekosistem industri teknologi dalam negeri.

AYOJAKARTA.COM - Investasi Apple di Indonesia sedang menghadapi tantangan kompleks terkait kesiapan ekosistem industri teknologi dalam negeri.

Menteri Investasi Rosan Roeslani mengungkapkan komitmen Apple untuk berinvestasi sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat di Indonesia pada tahun 2026 dengan harapan dapat dipercepat hingga tahun 2025.

Salah satu fokus utama adalah produksi komponen iPhone 16 yang melibatkan ratusan vendor lokal.

Namun, saat ini Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan negara lain seperti Vietnam dalam hal kemampuan industri dan pasokan komponen teknologi.

Perbandingan investasi Apple di berbagai negara Asia menunjukkan perbedaan signifikan.

Di Vietnam, Apple telah berinvestasi sekitar 256 triliun rupiah, sementara di India mencapai 23,8 triliun rupiah, dan di Indonesia masih sangat minimal.

Baca Juga: Apple Mainkan Drama di Indonesia! Ternyata Investasi Rp15,9 Triliun Mengambang

Hal ini disebabkan oleh rendahnya indeks modal manusia (human capital index) Indonesia yang hanya mencapai 0,54 poin, jauh di bawah Vietnam yang sudah mencapai 0,69 poin.

Faktor kunci yang membuat Apple lebih tertarik pada negara lain adalah kesiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, dan ekosistem industri teknologi yang mendukung.

Pasar smartphone di Indonesia didominasi oleh Android dengan pangsa pasar 88%, sementara iPhone hanya mencakup sekitar 11%.

Namun, segmen premium ini memiliki karakteristik unik dengan basis pengguna yang sangat fantastis.

Menariknya, permintaan terhadap iPhone terus meningkat, bahkan sampai terjadi fenomena penyewaan dan tingginya nilai sosial menggunakan produk Apple.

Baca Juga: Apple Resmi Berinvestasi Rp15,59 Miliar Dolar AS! iPhone 16 Siap Meluncur di Indonesia, tapi Bukan Tahun 2025

Konsumen Indonesia umumnya lebih fokus pada fitur kamera dan baterai yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih smartphone.

Untuk menarik investasi perusahaan teknologi global seperti Apple, Indonesia perlu melakukan beberapa transformasi mendasar.

Pemerintah harus memperbaiki regulasi investasi, meingkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan teknologi dan membangun ekosistem industri yang kompetitif.

Transfer teknologi, pengembangan kemampuan industri dalam negeri, dan penciptaan insentif yang mendoorong inovasi menjadi kunci utama.

Langkah strategis dalam mendorong investasi teknologi akan membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi digital Indonesia di masa depan.

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Aris Abdulsalam