TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Media sosial Twitter, Facebook dan Instagram kompak menghapus video kampanye Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di platform mereka.
Video hampir empat menit menampilkan gambar dari mendiang George Flyod yang meninggal dan memicu protes kekerasan di seluruh negeri tersebut dihapus karena adanya laporan dari pemegang hak cipta.
Media sosial Twitter mengaku tengah menonaktifkan video singkat tersebut, sementara Facebook dan Instagram menghapus unggahan video kampanye Donald Trump.
Dilansir dari laman The Verge, bos Twitter, Jack Dorsey, menyebut penghapusan video tersebut karena mendapat keluhan dari Digital Millennium Copyright Act.
Salah satu Juru Bicara Facebook mengatakan bahwa pihaknya telah menerima keluhan hak cipta atas video tersebut.
''Organisasi yang menggunakan seni asli yang dibagikan di Instagram diharapkan memiliki hak untuk melakukannya.'' tambahnya.
Video kampanye Donald Trump berdurasi 3 menit 45 detik tersebut menampilkan kumpulan foto dan video dari aksi damai dan polisi yang tengah memeluk para demonstran, serta ditambahi dengan adegan gedung terbakar dan ditambah dengan backsound piano dan narasi dari Trump.
Tak terima videonya dinonaktifkan oleh Twitter, Donald Trump, sempat protes, namun Jack Dorsey menanggapi hal tersebut dan mengatakan jika tindakan Twitter tidak ilegal karena adanya keluhan pelanggaran hak cipta.
Adu argumen antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ini bukan terjadi kali ini saja, sebelumnya Jack Dorsey pernah menanggapi unggahan Donald Trump yang marah karena cuitannya ditandai ''klaim palsu'' oleh Twitter beberapa waktu lalu.