MOSCOW, AYOJAKARTA.COM – Para perawat di Rusia berhenti secara massal dari pekerjaan di salah satu rumah sakit terbaik di Moscow karena kondisi kerja yang buruk dan upah yang rendah pada Senin (27/4/2020).
Salah satu perawat melaporkan kepada portal berita Open Media dia keluar rumah sakit Kommunarka setelah bekerja hampir dua bulan bersama dengan lusinan pekerja medis yang juga keluar pada periode tersebut.
Dikabarkan mereka keluar karena tidak diberi APD yang layak, makanan, dan akomodasi yang layak. Selain itu, mereka tidak diberi bonus yang dijanjikan oleh Presiden Vladimir Putin.
AYO BACA : 728 Warga Iran Tewas Tengguk Alkohol untuk Usir Corona
“Kata manajemen; Putin yang menjanjikan hal tersebut, telepon dan hubungi saja dia,” jelas salah satu mantan perawat yang dikutip oleh Open Media.
Jurnalis Rusia, Natalia Andreyeva, juga melaporkan mogok massal yang juga terjadi karena upah rendah dan kondisi kerja yang buruk pada Sabtu (25/4/2020).
Andreyeva dan Open Media mencatat perawat yang keluar dipekerjakan dari meng-outsourcing perusahaan medis Arni.
AYO BACA : Brasil Jadi Pusat Penyebaran Covid-19 Terbaru
Dokter kepala Rumah Sakit Kommunarka, Denis Protsenko, menyanggah laporan tersebut dan menjelaskan pihak rumah sakit sudah memenuhi kewajiban kontraknya ke Arni.
“Walaupun pihak rumah sakit tidak bisa mengontrol hubungan antara pekerja dan organisasi pihak ketiga, saya sudah bertemu dengan perwakilan perusahaan dan kami akan berusaha untuk menyelesaikan permasalahan ini,” jelas Protsenko.
Pemerintah Rusia mengakui bahwa kekurangan peralatan di beberapa rumah sakit bisa saja terjadi tapi kejadian tidak mencerminkan keadaaan sistem kesehatan Rusia secara keseluruhan.
Putin menjanjikan 10 miliar Rubles atau sekitar Rp2 triliun bonus bulanan kepada pekerja medis di seluruh Rusia pada awal April. Ia menjanjikan dokter yang merawat pasien Covid-19 akan mendapat 80 ribu Rubles (Rp16 juta) perbulan, sedangkan perawat, paramedis, dan supir ambulans akan mendapat bonus 25 ribu hingga 50 ribu Rubles (Rp5 juta - Rp10 juta ) perbulan.
Moscow melaporkan 45.431 kasus Covid-19, setengah dari jumlah kasus di Rusia yang berjumlah 87.147 kasus secara nasional. Protsenko mengatakan RS Kommunarka merawat 644 pasien Covid-19. (M Al Iqbal)
AYO BACA : Indonesia Apresiasi Kiriman Bantuan 20 Ton Perlengkapan Medis dari UEA untuk Tangani Covid-19