Internasional

Gejala Penyakit Langka Dialami Pasien Anak-Anak di Inggris, Efek dari COVID-19?

Oleh: Admin Selasa 28 Apr 2020, 12:59 WIB
ustrasi virus corona/copyright by diy13 (Shutterstock)

AYOJAKARTA.COM -- Unit-unit perawatan intensif di London dan belahan lain di Inggris dalam beberapa waktu terakhir telah merawat anak-anak yang sakit parah dengan gejala tak lazim seperti "peradangan multisistem" disertai tanda-tanda flu. 

Sebagian di antara anak-anak ini dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Tidak jelas berapa banyak anak yang mengalami reaksi macam ini, meskipun jumlahnya relatif rendah. 

Direktur medis NHS England Stephen Powis mengatakan, sudah mengetahui laporan adanya penyakit langka yang menyerang anak-anak. Ia memperingatkan para dokternya untuk memperhatikan kasus ini.

“Hanya dalam beberapa hari terakhir kami telah melihat laporan itu. Kami telah meminta para ahli kami untuk memperlakukan kasus ini sebagai masalah yang mendesak,” tutur Powis, seperti dilansir dari BBC.

Peringatan yang dikeluarkan oleh NHS Inggris itu menyebutkan soal "kekhawatiran yang berkembang" bahwa peradangan pada anak-anak tersebut disebabkan oleh virus corona. Atau mungkin ada infeksi lain yang belum diketahui yang berhubungan dengan kasus ini.

Pasien dari berbagai usia muda ini mengalami ciri-ciri klinis serupa dengan toxic shock syndrome yakni kondisi langka berupa keracunan darah yang berbahaya akibat racun bakteri. Di antara ciri yang dialami adalah suhu badan yang tinggi, tekanan darah rendah, ruam, dan kesulitan bernapas.

Beberapa dari mereka juga ada yang mengalami gastrointestinal - sakit perut, muntah atau diare - dan radang jantung, serta hasil tes darah abnormal. Para ahli mengatakan, gejala tersebut merupakan tanda ketika tubuh menjadi kewalahan saat mencoba melawan infeksi. Karena itu, perlu penanganan segera untuk para pasien.

Para ahli mengatakan tanda-tanda tersebut dapat terlihat ketika tubuh menjadi kewalahan saat mencoba melawan suatu infeksi. Oleh karenanya, kasus-kasus ini perlu segera menerima penanganan.

Tetapi para ahli menekankan bahwa sangat sedikit anak-anak yang mengalami gejala corona berat. Bahkan bukti dari seluruh dunia menunjukkan bahwa anak-anak adalah populasi yang paling sedikit terpengaruh oleh penyakit ini.

Dr Nazima Pathan, seorang konsultan di Pediatric Intensive Care di Cambridge, mengatakan rekan-rekannya di Spanyol dan Italia melaporkan hal serupa. Beberapa anak telah mengalami penyakit sejenis syok septik, peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi, dan ruam.

“Secara keseluruhan, anak-anak tampaknya lebih tahan terhadap infeksi paru-paru serius setelah terpapar virus Corona, dan jumlah yang dirawat di unit perawatan intensif relatif rendah,” terang Pathan.

Sementara itu, NHS Inggris mengatakan kurang dari 20 kasus seperti itu di negara yang telah tercatat. Investigasi akan berlanjut, tetapi belum ada keterkaitan yang dibuat soal gejala tersebut dengan corona.

Sekolah Tinggi Pediatrik dan Kesehatan Anak Royal (RCPCH) mengatakan orangtua harus diyakinkan dengan hal ini. Tapi jika mereka khawatir pada kesehatan anak-anak maka para orangtua perlu mencari pertolongan dari tenaga kesehatan profesional.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria