PRAHA, AYOJAKARTA.COM -- Penyebaran virus corona masih massif di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Berbagai cara pun dilakukan demi meredam penularan virus penyebab penyakit COVID-19 tersebut.
Pemerintah Indonesia sendiri, sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengimbau penerapan social dan physical distancing dalam setiap lini kehidupan bermasyarakat guna mengurangi penyebaran COVID-19.
Untuk mendukung imbauan pemerintah ini, beberapa mahasiswa Indonesia telah menciptakan sebuah aplikasi digital.
Choirul Anam, mahasiswa asal Indonesia yang sedang melanjutkan studi PhD di Charles University, Prague, bersama mahasiswa Indonesia di Bandung, yaitu Fiesta MP Rasyid, Aditya Dinasty, dan Fauzi Rahman mengembangkan startup bernama Digitas dan Digtara. Start-up ini sejak minggu kedua April telah diterapkan dan memiliki beberapa mitra kerja di wilayah Bandung.
Anam menjelaskan, Digitas merupakan sistem absensi karyawan yang dilengkapi fitur deteksi wajah (facial recognition) dan fitur Geo-Location melalui handphone (gawai).
Digitas mampu mendeteksi lokasi tempat kerja yang membatasi kegiatan absensi karyawan yang hanya bisa dilakukan dalam area tersebut.
“Kombinasi fitur deteksi wajah (face recognition) dan deteksi lokasi tempat kerja (geo-location) memungkinkan Digitas untuk menghasilkan data yang aman dan akurat. Sehingga akan ketahuan jika nanti karyawan tidak berada di wilayah kerja yang seharusnya,” ujar mahasiswa yang saat ini sedang mengambil PhD bidang Public Policy tersebut.
Digtara juga memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan pengambilan nomor antrian di pusat layanan kesehatan tanpa harus datang terlebih dahulu demi mencegah kontak fisik. Antrean dapat diambil di mana saja lewat ponsel, yang bisa diunduh dari Google Play Store.
“Kami akan mengintegrasikan sistem antrian di rumah sakit dan puskesmas yang telah bekerja sama dan dengan sistem Digtara, sehingga antrian akan lebih mudah dan efisien,” jelas founder lainnya, Fiesta MP Rasyid.
Anam, Fiesta, dan rekan-rekan dalam tim ini berkomitmen membantu kebijakan pemerintah Indonesia dalam memerangi pandemik COVID-19.
“Kami sebagai akademisi memiliki komitmen kuat untuk membantu pemerintah Indonesia secara aktif dalam memerangi pandemik COVID-19, sehingga selama masa pandemik ini, Digitas dan Digtara akan diberikan secara gratis," ujar Anam.
Menurut Anam, sistem ini ke depan akan dikembangkan lebih baik lagi untuk menjwab kebutuhan masyarakat.
"Dengan penelitian dan kajian yang kami lakukan, kami berharap startup ini bermanfaat untuk semua pihak,” pungkas Anam.