Internasional

Bentrokan Komunal di Nigeria Tewaskan 12 Orang

Oleh: Admin Kamis 16 Apr 2020, 14:02 WIB
Kota Taraba yang terletak di timur laut Nigeria. (Al-Jazeera)

TARABA, AYOJAKARTA.COM -- Sedikitnya 19 orang tewas dalam bentrokan komunal yang melibatkan dua kelompok etnis di  Distrik Lau, Taraba, Nigeria. Bentrokan yang terjadi pada Senin (12/4/2020) antara kelompok etnis Shobo dan Jole tersebut dipicu oleh sengketa kepemilikan danau nelayan.

"Sembilan belas orang dipastikan tewas. Sekitar 100 rumah dibakar dan beberapa orang juga terluka," kata juru bicara kepolisian negara bagian, David Misal, sebagaimana kepada kantor berita AFP, Rabu (15/4/2020).

AYO BACA : WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri 391 Orang, 71 Sembuh

Misal juga menambahkan bahwa permusuhan antara dua kelompok etnis tersebut sudah berlangsung sejak lama. Selain itu, Pemerintah Nigeria sudah melarang penangkapan ikan di sekitar danau setelah upaya rekonsiliasi yang gagal oleh otoritas negara dan polisi.

“Beberapa penjahat tetap melanggar larangan yang mengarah kepada bentrokan," ujar Misal.

AYO BACA : Ratusan Pengungsi Terkapar Kelaparan di Laut

Bentrokan tersebut turut menyita perhatian Presiden Nigeria Muhammadu Buhari. Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (14/4/2020) malam waktu setempat, Buhari sangat menyayangkan adanya kejadian tak terpuji tersebut.

"Saya turut sedih atas terjadinya jalan kekerasan karena ketidaksepakatan yang bisa diselesaikan melalui dialog. Insiden kekerasan etnis dan komunal adalah kegagalan kepemimpinan masyarakat dan penolakan untuk merangkul dialog sebagai cara penyelesaian konflik," ujar Buhari sebagaimana dilansir CNN.

Bentrokan komunal karena sengketa kepemilikan hak tanah dan air memang kerap terjadi di beberapa bagian Nigeria, sering melibatkan penggembala nomaden dan petani di pusat negara itu.

Pada 21 Juni 2018, bentrokan komunal bahkan menewaskan 86 orang di kawasan Plateau. Kala itu, petani Suku Berom menyerang para peternak Suku Fulani, dan menewaskan lima orang. Beberapa hari sejak kejadian tersebut, Suku Fulani melakukan serangan balasan dan menyebabkan banyaknya korban jiwa. (Ilham Sigit)

 

AYO BACA : Kondisi Corona Dunia, Amerika Masih Memprihatinkan

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono