JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Data Kementerian Luar Negeri yang diakses dari akun resmi Twitter @Kemlu_RI dan akun Instagram Safe Travel Kemlu RI, di Jakarta, Minggu (12/4/2020), menyebutkan, jumlah warga negara Indonesia (WNI) dikonfirmasi positif Covid-19 mencapai 366 orang dengan total sembuh sebanyak 55 orang atau 15 persen dari jumlah kasus terinfeksi.
AYO BACA : Uni Emirat Arab Luncurkan Layanan Pernikahan Online
Jumlah itu menurut data yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri per 12 April 2020 pukul 08.00 WIB.
AYO BACA : Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah di New York Tutup hingga September
Dari data tersebut, kasus terbanyak terjadi pada anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal pesiar dengan total 101 kasus. Seluruh ABK tersebut dikatakan berada dalam keadaan stabil.
Kasus terbanyak kedua berada di India dengan 70 WNI terjangkit, dengan 60 dari total jumlah dalam keadaan stabil dan 10 orang dinyatakan sembuh.
Berikut daftar lengkap 28 negara/wilayah tempat kasus Covid-19 WNI ditemukan menurut data Kemlu RI:
Kapal Pesiar: 101 WNI (stabil)
India: 70 WNI (60 stabil, 10 sembuh)
Singapura: 45 WNI (14 sembuh, 28 stabil, 1 dalam perawatan khusus, 2 meninggal dunia)
Malaysia: 44 WNI (35 stabil, 7 sembuh, 2 meninggal)
Amerika Serikat: 18 WNI (15 stabil, 1 sembuh, 2 meninggal)
Pakistan: 16 WNI (semua stabil)
Spanyol: 11 WNI (9 stabil, 2 sembuh)
Jepang: 9 WNI (semua sembuh)
Arab Saudi: 7 WNI (4 sembuh, 3 stabil)
Vatikan: 7 WNI (semua stabil)
Jerman: 7 WNI (6 stabil, 1 sembuh)
Belanda: 6 WNI (2 stabil, 2 sembuh, 2 meninggal)
Inggris: 5 WNI (4 stabil, 1 meninggal)
Qatar: 4 WNI (3 stabil, 1 sembuh)
Brunei Darussalam: 4 WNI (2 stabil, 2 sembuh)
Taiwan: 3 WNI (semua stabil)
Makau (China): 3 WNI (semua stabil)
Kamboja: 2 WNI (semua stabil)
Australia: 2 WNI (semua stabil)
Turki: 2 WNI (semua stabil)
Uni Emirat Arab: 2 WNI (semua stabil)
Belgia: 1 WNI (stabil)
Filipina: 1 WNI (stabil)
Finlandia: 1 WNI (sembuh)
Irlandia: 1 WNI (sembuh)
Kanada: 1 WNI (stabil)
Korea Selatan: 1 WNI (stabil)
Oman: 1 WNI (stabil)
AYO BACA : Tahap Mengkhawatirkan, WHO Desak Belarusia Siapkan Langkah Baru