WUHAN, AYOJAKARTA.COM – Perang terhadap persebaran virus corona tidak hanya dirasakan para tenaga medis di Kota Wuhan, Tiongkok. Di seluruh dunia pun mengalami dampak yang sama atas wabah corona ini.
Semua tenaga medis yang berada di garda terdepan melawan virus corona memiliki ancaman yang lebih besar.
Seperti Zhu Heping, dokter keempat di Wuhan yang meninggal dunia karena virus corona Covid-19. Dokter Zhu Heping juga merupakan rekan sejawat whistle-blower dr Li Wenliang yang lebih dulu meninggal dunia karena virus corona.
AYO BACA : Tempat Gym Rawan Penyebaran Virus Corona
Zhu Heping adalah wakil direktur di Rumah Sakit Pusat Wuhan, Tiongkok yang meninggal pada Senin (9/3/2020). Mulanya, dr Zhu Heping ini jatuh sakit saat bekerja di departemen rawat jalan rumah sakit.
Menurut laporan yang dilansir dari World of Buzz, dr Zhu tidak pernah menceritakan riwayat penyakit kepada siapa pun sampai meninggal dunia di ruang ICU.
Setelah ia jatuh sakit pada 3 Febuari 2020, ia sempat mengalami gejala virus corona Covid-19 yang muncul dan menghilang. Ia pun sempat mengarantina dirinya sendiri secara sukarela sebelum memberi tahu rekan medisnya.
AYO BACA : Gejala Corona Bisa Muncul Lima Hari
Pada 18 Febuari 2020, kondisi Zhu Heping pun mulai kritis. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Union Wuhan, yang mana pemeriksaan menunjukkan paru-parunya terinfeksi beberapa lesi.
Sebelum meninggal, Zhu Heping sempat mengalami kesulitan bernapas sekitar setengah bulan ketika belum menjalani perawatan. Kondisi itulah yang menyebabkan Zhu Heping meninggal dunia.
Semasa hidup, Zhu Heping dikenal sebagai tenaga medis yang sangat bekerja keras dan berdedikasi tinggi di bidang kesehatan.
Bahkan ia dipekerjakan kembali oleh rumah sakit dan berpartisipasi dalam pelatihan menangani pasien corona. Selain itu, rekan-rekan medis bercerita Zhu Heping merupakan sosok pria pendiam dan sangat disegani.
AYO BACA : Satu Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Meninggal