Internasional

Dua Kasus Pertama Corona, Maladewa Batasi Pergerakan Warganya

Oleh: Admin Minggu 08 Mar 2020, 15:40 WIB
ilustrasi Maladewa. Foto: Pixabay

AYO BACA : Siswi SMP Bunuh Bocah 6 Tahun Diduga Psikopat, Bisakah Dipidana?

AYO BACA : 4 Pasien Positif Covid-19 Membaik

MALE, AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Maladewa melaporkan pada Minggu (8/3/2020) ada dua kasus pertama penularan jenis baru virus corona (Covid-19) di negara tersebut. Mereka membatasi pergerakan di sejumlah pulau wisata guna mengantisipasi penyebaran virus. Padahal, perekonomian Maladewa bergantung erat dengan sektor pariwisatanya.
 
Dua pasien yang terinfeksi virus merupakan staf Kuredu Island Resort. Keduanya dinyatakan positif tertular virus pada Sabtu malam.
 
Menurut otoritas setempat, virus ditularkan oleh seorang turis asal Italia, yang saat pulang ke negaranya ia dinyatakan positif terinfeksi jenis baru virus corona.
 
Kementerian Pariwisata Maladewa memperkirakan ada lebih dari 1.400 staf dan wisatawan di pulau tersebut. 
 
"Pasien positif virus itu berasal dari sebuah resor. Mereka pegawai di sana dan saat ini telah menjalani masa karantina," kata Menteri Pariwisata Maladewa, Ali Waheed. 
 
"Tim medis akan menetapkan masa pembatasan (pergerakan di pulau wisata itu). Saat ini, kami telah mengidentifikasi mereka yang sempat bersinggungan dengan dua pasien itu, dan mereka telah menjalani karantina secara mandiri. Begitu juga orang-orang yang pernah ada hubungan dengan mereka. Untuk sekarang kami dapat mengatakan mereka akan terus dipantau selama 14 hari," ujar Waheed.
 
Ia menambahkan pemerintah belum memutuskan mereka yang pernah bertemu dengan dua pasien itu akan diperbolehkan pergi atau tidak.
 
Walaupun demikian, otoritas terkait telah melarang penumpang yang berpergian dari atau transit, dan/atau pernah menghabiskan waktu di Italia selama 14 hari untuk masuk ke Maladewa. Kebijakan itu mulai diterapkan hari ini.
 
Otoritas di Kuredu Island Resort saat ini belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan. Badan Kesehatan Maladewa (HPA) pada Ahad mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi "kebijakan pembatasan sementara" pada pulau kedua. Itu dilakukan setelah seorang warga keturunan Italia menunjukkan gejala penularan virus corona di resort Sandies di Pulau Bathala. Meskipun demikian, belum jelas jumlah penduduk yang menghuni pulau tersebut.
 
HPA menyebut dua warga Prancis di pulau ketiga juga menunjukkan gejala penyakit Covid-19. Akan tetapi, hasil pemeriksaan menunjukkan dua warga Prancis itu negatif virus corona. Sejak saat itu, pembatasan aktivitas di pulau tersebut dicabut, dilansir dari Reuters.

AYO BACA : Nihil, Hari Pertama Pencarian Bocah Tenggelam di Kali Ciliwung

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati