Internasional

Dokter Yang Pertama Memperingatkan Corona Meninggal Dunia

Oleh: Admin Jumat 07 Feb 2020, 12:53 WIB
Dr. Li Wenliang. (Twitter/@PDChina)

 

WUHAN, AYOJAKARTA.COM - Dokter Li Wenliang, adalah dokter pertama yang mengungkapkan bahaya Virus Corona kepada sesama dokter lain, namun dibungkam pihak kepolisian karena dianggap menyebar berita bohong. Ia meninggal di rumah sakit pusat di Wuhan, pada Jumat (7/2/2020) pukul 02.58 waktu setempat.

Li awalnya mengaku menangani satu keluarga beranggotakan tujuh orang yang makan sup ikan laut di sebuah pasar kuliner ikan laut yang menderita mirip Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Ia juga memberikan peringatan untuk berhati-hati. Pesan tersebut ia bagikan dalam grup alumni sekolah kedokterannya melalui aplikasi pesan singkat yang populer di Tiongkok, WeChat.

"Tujuh pasien dari pasar makananan laut lokal telah didiagnosis menderita penyakit mirip SARS dan dikarantina di rumah sakitnya," tulisnya.

Li menjelaskan, menurut sebuah tes yang telah dilihatnya, penyakit itu adalah virus corona, yang ternyata satu keluarga dengan virus sindrom pernafasan akut (SARS).

"Saya hanya ingin mengingatkan teman-teman sekelas universitas saya agar berhati-hati," kata Li.

Empat hari kemudian dia dipanggil ke Biro Keamanan Umum di mana dia disuruh menandatangani surat. Dalam surat itu dia dituduh "membuat komentar palsu" yang telah "sangat mengganggu tatanan sosial".

Dia adalah satu dari delapan orang yang menurut polisi sedang diselidiki karena "menyebarkan desas-desus". Pihak berwenang setempat kemudian meminta maaf kepada Li.

Dalam pos Weibo-nya dia menjelaskan bagaimana pada 10 Januari dia mulai batuk. Hari berikutnya dia demam dan dua hari kemudian dia dirawat di rumah sakit. Dia didiagnosis dengan virus corona pada 30 Januari.

Berita meninggalnya Li menjadi duka nasional di Tiongkok.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa Li telah diberi perawatan yang dikenal sebagai oksigenasi membran ekstra-korporeal (ECMO) yang membuat jantung seseorang memompa dan menjaga darah mereka teroksigenasi tanpa melalui paru-paru.

Li sendiri adalah seorang dokter spesialis mata, ia memposting kisahnya di Weibo dari tempat tidur rumah sakit sebulan setelah mengirimkan peringatan awal virus.

TAGS:
Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati