Internasional

Wabah Virus Corona Meluas dengan Cepat, Begitu Juga Kecurigaan Terhadap Warga China

Oleh: Admin Sabtu 01 Feb 2020, 11:50 WIB
Seorang wanita dewasa dan seorang anak kecil memakai masker di sebuah toko suvenir di Hong Kong mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona, 26 Januari 2020. (Bisnis.com/Reuters/Tyrone Siu)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Jumlah kasus yang terkonfirmasi virus corona mendekati 12.000 kasus seiring epidemi terus menyebar di seluruh dunia.

Menurut otoritas kesehatan China, kasus bertambah 2.102 pada hari Jumat kemarin sehingga totalnya menjadi 11.791 kasus di seluruh negara itu. 

Di Provinsi Hubei, jumlah korban tewas bertambah 45 orang,  dan satu orang meninggal dunia di kota besar Chongqing pada hari Jumat kemarin. Sehingga jumlah kematian sejauh ini mencapai 259 orang.

Peningkatan jumlah kasus dan kematian yang signifikan ini menunjukkan penyebaran wabah virus Corona tidak melambat, bahkan setelah lebih dari seminggu Provinsi Hubei berada di bawah karantina dan masa liburan Imlek diperpanjang. 

Sementara itu di Amerika Serikat, Washington mengumumkan bahwa mereka akan memberlakukan larangan perjalanan 14 hari pada semua pendatang dari China, terlepas dari kewarganegaraan mereka. 

Warga AS yang tiba dari Hubei harus menjalani karantina selama 14 hari sejak saat kedatangan, sementara mereka yang datang dari daerah lain di China akan menghadapi penyaringan dan pemantauan.

Karantina wajib ini adalah pertama kalinya diperintahkan pemerintah AS dalam 50 tahun terakhir. Langkah itu dilakukan setelah ditemukan kasus ke-7 virus Corona di AS. Penderitanya adalah seorang pria di California yang baru-baru ini bepergian ke Wuhan.

China mengkritik langkah itu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan kebijakan AS itu bertentangan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Teman di saat susah ada teman yang sejati. Banyak negara telah menawarkan dukungan ke China dengan berbagai cara. Sebaliknya, kata-kata dan tindakan pejabat AS tertentu tidak faktual atau tidak tepat," demikian protes dari China.

Tidak cuma AS. Sebelumnya Singapura melarang semua orang yang dalam 14 hari terakhir berkunjung ke China, untuk mengunjungi atau transit melalui negara mereka. 

Taiwan juga telah menangguhkan aplikasi visa untuk warga negara China, dan melarang warganya masuk ke provinsi Hubei.

Sementara itu, gelombang xenophobia dan rasisme terlihat di sejumlah negara yang menyasar pada pelancong dari China dan warga keturunan Tionghoa. 

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom