JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Jumlah korban coronavirus di China naik tajam menjadi 132 pada hari Rabu (29/1/2020) dengan hampir 1.500 kasus baru. Beberapa negara berusaha untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan.
Dilansir dari Reuters, sebuah pesawat carter Amerika Serikat berangkat dari Wuhan pada hari Rabu, tetapi tidak jelas siapa yang berada di dalamnya.
Para pejabat AS mengatakan bahwa Gedung Putih mempertimbangkan akan menunda penerbangan ke negara itu dalam langkah drastis untuk mengendalikan penyebaran virus mematikan ini.
"Semua opsi untuk menangani penyebaran penyakit menular harus ada di atas meja, termasuk pembatasan perjalanan," kata Sekretaris Kesehatan AS, Alex Azar.
Namun hal itu telah dibantah seorang pejabat senior administrasi Trump.
Kekhawatiran terhadap penyebaran virus telah mendorong maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk mengurangi penerbangan ke China. Demikian pula perusahaan global membatasi perjalanan karyawan ke negara itu.
Komisi Kesehatan Nasional China mencatat total kematian akibat virus mirip flu itu naik 26 orang pada hari Selasa menjadi 132 orang. Hampir seluruh kota di provinsi Hubei dikunci secara virtual, sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi naik 1.459 menjadi 5.974.
Jumlah kasus di China sekarang melebihi penghitungan 5.327 yang terinfeksi dengan coronavirus Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) yang menewaskan sekitar 800 orang di seluruh dunia pada 2002-2003.